—
A wholesome thread on Simple Ideas can have big Impacts.🧵
1. 🌿Sri Lanka’s rope canopy bridges: A genius, low-cost way to save wildlife! 🐒 pic.twitter.com/3HBtKE04MF
— Earth_Wanderer (@earth_tracker) August 16, 2025
Saya tak tahu gambar dalam cuitan itu hasil AI atau bukan. Saya menanya sebuah layanan AI gratisan dijawab kemungkinan foto asli. Dari rujukan lain memang ada foto sejenis dari Srilanka, tentang wot tali untuk monyet atau kera dan bajing mungkin malah tupai sekalian. Kita serahkan saja kepada yang lebih paham, yakni Saudara Rudy Ndobos.
Lalu apanya yang menarik? Cara berpikir sederhana dengan penerapan gagasan secara mangkus dan sangkil. Sebelum ada jalan, satwa hutan bebas berkeliaran. Setelah jalan dilintasi kendaraan, ada risiko beberapa satwa tertabrak saat menyeberang.
Saya berpengandaian, jika jarak antarkanopi berjauhan, sulit bagi mamalia tertentu, yang tergolong arboreal namun bukan unggas, untuk berpindah tempat. Lagi-lagi Rudy lebih paham. Mungkin jika ada luwak atau musang — lagi-lagi ini urusan Mas Ndobos — yang sering kita lihat meniti kabel telepon, titian muhibah dari tali ini juga berguna.
Di tempat lain, misalnya binatang marsupial di Australia, saya tak tahu adakah sarana penyeberangan yang tepat. Di jalan raya di tengah padang rumput di Australia Selatan saya pernah melihat beberapa bangkai possum korban tabrak lari truk panjang pengangkut ternak.
Adapun solusi untuk jalur mamalia besar seperti gajah, harimau, dan orangutan saya tidak tahu. Bukan mereka yang berkonflik dengan manusia dalam habitat melainkan manusia yang mendesak ruang mereka. Masalah ini rumit dan jembatan memang bukan solusi.
4. Pench tiger reserve, India 16 km long elevated highway solely dedicated to wildlife movement underneath. pic.twitter.com/LEB9XLtVrp
— Earth_Wanderer (@earth_tracker) August 16, 2025
Tentu penyeberangan orang juga lebih penting. Sebenarnya untuk kota tak harus JPO, karena di kawasan bisnis pun bisa tanpa jembatan, seperti dibuktikan Gubernur Anies Baswedan di Jalan Thamrin, Jakpus. Akses ke halte Transjakarta tak harus dari jembatan.
Bagaimana dengan penyeberangan sungai? Di beberapa tempat di Jakarta masih ada perahu tambang untuk meringkas jarak. Jangan tanya bagaimana di luar Jakarta apalagi luar Jawa. Ada pula foto anak sekolah seperti bermain jungle-jungle-an padahal mereka mengadu nyawa di atas sungai.
Apakah jembatan itu harus, tentu ada kajiannya. Di pemda banyak orang pintar. Pasti tahu. Saya ingat, dulu zaman tidak enak dalam perjalanan pendek kereta api dari Haarlem ke Amsterdam, Negeri Belanda, saat itu melewati rumah petani. Antara pekarangan dan jalan raya disela oleh sungai yang airnya peres. Setiap rumah punya perahu, termasuk untuk menyeberangkan sepeda.
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikan, lain tempat lain pula masalah dan solusinya. Dirgahayu Indonesia. Semoga bisa membaik.

2 Comments
Animal bridge atau juga dikenal sebagai wildlife crossing atau ecoduct, adalah jembatan atau terowongan buatan yang dirancang agar hewan liar dapat menyeberangi jalan raya, rel kereta, atau hambatan buatan manusia lainnya dengan aman.
Kabarnya di Indonesia ada di jalan tol Pekanbaru – Dumai, tol Sigli – Banda Aceh dan di IKN.
Kabarnya kereta cepat whoosh sering menabrak biawak. Entah kenapa tidak ada animal bridge di tempat yang sering terjadi tabrakan itu.
Suwun, Rud.
Nah ini manfaat Rudy Ndobos ngeblog lagi, selalu kasih pencerahan melalui blognya sendiri maupun blog orang lain.
Sekali lagi suwun dan tabik.
BTW di gorong-gorong kompleks saya masih ada biawak. Mereka predator tikus got.