Gaza, tempat maut bagi jurnalis

Gaza adalah neraka, yang oleh Israel terus diupayakan agar tak tersiar.

▒ Lama baca < 1 menit

Gaza adalah neraka bagi semua orang di dalamnya, termasuk jurnalis — Blogombal.com

Ya, Gaza di Palestina adalah wilayah konflik yang paling berbahaya bahkan mematikan bagi pewarta. Israel tak peduli kepatutan dalam perang. Main tembak dan hajar. Orang mengantre bantuan pangan pun ditembaki. Bantuan pangan dan obat-obatan dihalangi, kecuali melalui cara yang diatur Israel dan Amerika. Rumah sakit dihacurkan. Tenda jurnalis Al Jazeera di depan Rumah Sakit Al Shifa dijadikan sasaran roket Israel. Enam orang tewas.

Israel memang mengincar mereka. Terutama Koresponden Al Jazeera, Anas al-Sharif. Sudah sebelas awak Al Jazeera tewas di Gaza. Hanya Al Jazeera, yang bermarkas di Qatar, yang paling berani melaporkan situasi Gaza lebih mendalam.

Gaza adalah neraka bagi semua orang di dalamnya, termasuk jurnalis — Blogombal.com

Menurut Salah Negm, Direktur Pemberitaan Al Jazeera, di Gaza banyak orang terpelajar yang dan terlatih jurnalistik. Mereka punya akses lebih kepada aneka sumber, termasuk kalangan medis dan pekerja bantuan.

Bagi Israel, mereka bukan jurnalis. Bahkan Sharif ditetapkan sebagai orang Hamas. Menurut data Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), sebanyakk 184 jurnalis dan pekerja media Palestina tewas akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023. Dibanding perang Rusia-Ukraina, jumlah kematian jurnalis di Gaza 10 kali lebih banyak. Sedangkan menurut RSF (Reporters Without Borders), hampir 200 jurnalis Palestina tewas sepanjang operasi militer Israel.

Meng-Hamas-kan awak Al Jazeera adalah cara Israel untuk membatasi berita dari Gaza karena sensor dan pembatasan terhadap media lokal dan asing bisa ditembus oleh media dari Qatar tersebut, dengan laporan oleh jurnalis lokal. Israel main tuding soal Hamas karena di Doha sejumlah tokoh Hamas mendapatkan perlindungan dari Amir Qatar.

Jodie Ginsberg, Kepala Eksekutif CPJ, menyatakan, “Hukum internasional dengan jelas menyatakan, kombatan aktif adalah satu-satunya target yang dibenarkan dalam situasi perang.” Israel menyasar awak Al Jazeera karena menetapkan mereka sebagai kombatan.

Gaza adalah neraka bagi semua orang di dalamnya, termasuk jurnalis — Blogombal.com
Foto arsip koresponden Al Jazeera, Anas al-Sharif, melaporkan dekat RS Arab Ahli (RS Baptis) di Kota Gaza, 10 Oktober 2024. Sharif tewas dalam serangan Israel pada Minggu (10/8/2025).

¬ Gambar dari Kompas (13/8/2025) dan foto almarhum Sharif dari AFP

2 Comments

Rudy Rabu 13 Agustus 2025 ~ 19.52 Reply

Saya sudah tak sanggup lagi membaca berita soal Gaza. Biadab sekali, seolah bukan manusia yang melakukan kekejaman itu.

Pemilik Blog Kamis 14 Agustus 2025 ~ 01.11 Reply

Mengerikan. Menyedihkan. Dunia tak berdaya.

Tinggalkan Balasan