
Membaca berita ini saya makin tersadarkan oleh satu hal: pengetahuan umum saya makin ciut. Saya mencoba memeras ingatan, yang memang kian payah, namun tak berhasil menemukan sosok truk bermerek Sany dalam benak saya. Bukankah sebagian ingatan kita berupa visual, dari wajah orang hingga pensil 2 B. Saya belum mencari tahu bagaimana, maaf, citraan dalam memori tunanetra sejak lahir.
Jadi, soal berita Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendenda Grup Sany Rp449 miliar (¬ Hukumonline, 6/8/2025) itu yang menarik bagi saya adalah jenama Sany. Setelah mencari gambar di internet, saya pun teringat pernah melihat dump truck dengan logo kitiran tiga bilah itu.

Ya, ada unsur visual dalam memori saya. Sampai kini saya sulit mengingat suatu merek alat berat tapi ingat sosoknya: biru turkuis, pokoknya bukan Komatsu maupun Caterpillar. Eh, mendadak ingat si biru tetapi nanti lupa lagi: Kobelco. Merek truk dan bus yang ada di benak saya itu paling-paling Mercedes, Volvo, Hino, Scania, MAN, dan sedikit lagi entah.
Membaca hal yang sekilas tak penting, karena tak bertaut langsung dengan kepentingan kita, kadang ada gunanya saat rasa ingin tahu kita terpantik. Internet dalam ponsel memanjakan hal itu — memang sih isi baru berbeda dari konten yang raib. Tetapi sekali lagi: ada gunanya saat rasa ingin tahu kita terpantik. Bahwa setelah itu lupa, bukan masalah. Yang penting otak terisi terus, untuk menggantikan isi yang menyublim.

2 Comments
Tambah lagi khasanah pengetahuan saya tentang mobil buatan China, Sany. Barang buatan China sudah semakin bagus mutunya sekarang, tapi entah kalau soal after sales service.
Saya dulu sempat jeri harus naik pesawat buatan China Xi’an MA 60 yang dioperasikan Merpati.
Sejak dulu banyak barang bagus dari Cina selain peniti.
Dulu Ahok marah-marah, kalo beli bus di Cina buat Transjakarta ya beli yang bagus, jangan ngasal.
Masalah after sales service masih ada, buktinya tempo hari ramai orang marah suku cadang Wuling Alves susah didapat. Padahal di Pulau Jawa.
Tapi Cina kan terus belajar. Dulu produk otomotif Jepang dan Korea sempat disepelekan.
Tapi soal mobil listrik, kalo yang terjual dikit ya pabriknya bangkrut dan ada kuburan mobil listrik yang gak laku.
BYD swasta, produknya mendunia. Kalo CHERY itu BUMD dan BAIC kan BUMN ya. Mungkin lebih ati-ati. Wuling bekerja sama dengan GM.