Sukun alias si buah roti

Mengapa sukun disebut buah roti alias breadfruit? Mungkin setelah dimasak mirip roti ya.

▒ Lama baca < 1 menit

Sukun goreng adalah buah roti yang digoreng — Blogombal.com

Tadi pagi sambil baca-baca yang ringan sepele saya ditemani wedang jahe dan sukun goreng berbumbu bawang dan marinasi untuk tempe. Dua hari lalu istri saya mendapat kiriman sukun dan pisang kepok dari seorang ibu baik hati. Suwun, Bu.

Saya tak habis pikir kenapa bahasa Inggris menyebut sukun sebagai breadfruit. Jawaban paling mudah karena di Britannia Raya tak ada pohon sukun (Artocarpus altilis). Orang Belanda bilang broodvrucht. Artinya sama: buah roti.

Biar saja orang luar menamai buah yang tak mereka punyai menurut apa yang mereka rasa cocok. Misalnya jackfruit (nangka), snake fruit (salak, bahasa Latinnya lebih genah: Salacca zalacca; seperti menyebut satwa babi rusa sebagai Babyrousa babyrussa), dan star fruit (belimbing). Tetapi untuk durian mereka kandas ide. Maka manut adalah solusi, durian is durian.

Mengapa sukun disebut buah roti alias breadfruit? — Blogombal.com

Untuk nama buah asing, ada saja yang sulit saya Indonesiakan. Misalnya grapefruit, tak mungkin menjadi buah anggur. Adapun buah peach, yang nama lamanya dalam bahasa Indonesia adalah hasil serapan, yakni persik (Belanda: perzik, untuk Prunus persica), akhirnya terdesak oleh peach dalam tuturan, namun tak ada “pic” dalam KBBI. Tentu, Dewi Persik tak menjadi Dewi Peach.

Kembali ke sukun, orang Jateng melafalkannya su-kon, dengan “o” seperti pada “soto”. Sedangkan orang Jatim menyebutnya “so-kon”. Orang Banyumas bilang seperti yang tertulis: su-kun.

8 Comments

Junianto Minggu 10 Agustus 2025 ~ 08.21 Reply

Sukun goreng, sudah lama saya tidak menikmati setelah dokter minta saya mengurang gorengan….

Pemilik Blog Minggu 10 Agustus 2025 ~ 15.40 Reply

Dikukus saja Lik Jun

mpokb Sabtu 9 Agustus 2025 ~ 23.51 Reply

Waa sukun dan pisang kepok.. Keduanya enak. Talas juga enak. Kalau ubi cilembu sekarang sudah naik kelas. Sepotong ubi bakar di supermarket bisa sampai 10.000 perak 😩

Pemilik Blog Minggu 10 Agustus 2025 ~ 07.42 Reply

Betooollll Mbak Mpok. Ubi Cilembu sudah naik kelas apalagi pakai alat modern keren. Bagus sih. Nanti pasar dan kompetisi yang akan mengoreksi harga.

Ndik Jumat 8 Agustus 2025 ~ 18.30 Reply

Sukun Dan kluwih, beda jenis, Beda olahan, mirip2 witnya Dan persamaannya ya Boletnya Sama Sama mambu Sangit Kalau dibakar

Pemilik Blog Jumat 8 Agustus 2025 ~ 18.49 Reply

Saya kurang suka lodeh, tapi kalau lodeh kluwih yang enak saya ngèmèl.
Eh, dibakar? Belum pernah tahu saya.

Rudy Jumat 8 Agustus 2025 ~ 17.51 Reply

Selain durian, ada rambutan, cempedak dan kalau saya tidak salah ada duku.

Pemilik Blog Jumat 8 Agustus 2025 ~ 18.47 Reply

Oh iya.
Dulu zaman muda saya nemu rambutan di Pasar Adelaide. Plek ketiplek rambutan binjai, segede kedondong, manis, ngelotok, keset, yang saya kenal pertama kali di kilang Pangkalabrandan. Saya nanya namanya apa, penjual bilang ram-bat-an. Saya koreksi, ram-but-an. Lalu dengan pongah saya bilang ini pasti dari Endonesah.

Dia katakan, “Nggak. Dari Northern Territory.”

Walah.

Tinggalkan Balasan