
Dua hari lalu saya menyimpan tangkapan layar berita ini, dan seperti calon pos lainnya untuk blog ini pun urung tayang karena saya tak dapat mengakses blog saya. Hari ini juga belum bisa, hanya dengan cara lain saya dapat mengakses blog saya.
Tetapi cerita itu tidak penting. Sama-sama soal waktu, lebih penting ini: Tempo harus menyimpan kepala babi dan bangkai tikus sampai kemudian polisi mengambilnya. Bayangkan: empat bulan.
Saya membayangkan, jika Tempo membuang barang bukti bisa dituduh menghilangkannya. Semoga pengandaian saya yang awam hukum ini salah.
Mau dibilang lucu, kasus teror ini mengerikan, mengancam kebebasan pers sebagai bagian dari kebebasan sipil, artinya sama sekali tidak jenaka. Tetapi korban harus sekian lama menyimpan barang bukti macam itu, dan polisi tak segera mengambil, apakah bisa disebut konyol bin kocak?

4 Comments
Akses ke blog eror? Mulone Paman sempat enggak posting dua hari eh sehari, 26 Juli.
Lha ya itu. Saya gak tau masalahnya
Saya kok membayangkan Tempo harus membeli freezer untuk menyimpan kepala babi dan tikus. Kalau bangkai-bangkai iyu sudah diambil, freezernya dipakai buat apa? Atau dijual lagi?
Freezer dikirim ke pejabat yang menganjurkan Tempo memasak kepala babi