
Kreatif, saya membatin saat mendapati sebuah sepeda motor terparkir pagi hari di bawah kerimbunan daun bambu. Area tanaman itu bukan halaman rumah melainkan tepian lapangan. Pengelola setiap ruas taman, yang dulunya lahan tak terurus, adalah setiap rumah di depannya, yang tersela jalan.
Ada celah bersemen di antara tanaman. Mungkin untuk jalan masuk keluar, atau keluar masuk, ke lapangan. Karena ini merupakan properti setengah pribadi, pemilik rumah dapat memanfaatkannya untuk memarkir motor.

Tentu siklus musim menentukan kapan teduh penuh dan kapan tidak. Posisi Matahari bagi Bumi, di utara atau selatan khatulistiwa, menentukan giliran pemaparan sinar surya. Bagi saya lebih penting tak semua permukaan tanah dibeton dan tanpa pohon.
Memang sih parkir di bawah kerimbunan daun, bagi mobil maupun motor, itu berpeluang diguguri daun dan dijatuhi kotoran burung. Tetapi itu risiko. Kotoran burung yang tak dapat dibersihkan, kalau merusak cat kita serahkan ke salon mobil.
Di kantor saya dulu, dekat Taman Langsat, Jaksel, mobil sering kejatuhan tahi burung. Saya tak membawanya ke salon, sayang duit. Mobil tak dipakai saja bisa lecet, apalagi kalau dipakai. Tetapi ada satu hal yang saya takutkan kalau kendaraan diparkir di bawah pohon, dekat semak: ular. Di medsos sudah beberapa kali ada video ular mlungker di motor. Saudara saya pernah mendapati ular di wiper kaca depan mobil.

2 Comments
Berarti di sini aman, sampai empunya berani meninggalkan motor di tempat terbuka seperti ini
Semoga aman sih. Motor dalam carport saja disikat