
Apakah kedai perlu menyebutkan alasan melarang pengudap merokok? Menurut saya tak perlu. Pokoknya ndak boleh. Namun warung soto yang memilih amar (perintah; bukan nahi, larangan) ini masih memberikan alasan:
MEROKOK DISANA
Maaf ya… asap rokok yg sudah mengudara sulit untuk dikendalikan arahnya dan bisa menganggu Sotomers lainnya saat menikmati soto. UNTUK ITU MEROKOKNYA DISANA YAA..Thank you sotomuch
(Sotomers = Customer Soto SSB Hj.Hesti)

Di sana itu di mana? Entah. Saya sih mengartikannya di luar warung. Kalau saya dulu setiap ke kedai bersama keluarga selalu memilih area no smoking. Kalau ingin merokok ya pindah ke area pengasapan sebentar. Kalau ruangannya tertutup dan sesak, area merokok itu tak nyaman bahkan bagi perokok. Maka saya hindari. Tak usah mengasap.
Saya membayangkan jika pemilik warung adalah orang galak, misalnya preman antitembakau dan purnawirawan pembenci pengudut, bisa pasang peringatan: “Merokok? Saya tonjok!” Serupa wanti-wanti “ngèyèl, keplak”. Atau: “ngèyèl, UGD.”

4 Comments
Di sebuah rumah makan di Berau saya pernah menjumpai tulisan seperti ini
“Kami tidak melarang anda merokok di ruangan ini, tapi mohon asapnya ditelan”.
Bagooosss 😅😅😅
Setidaknya ada solusi.
Selama potensi customer Masih orang lokal, jangan lupakan survey lokal tentang perokok, sekian Dari sekian pria Adalah perokok.
Dibeberapa tempat closure area non perokok cukup jelas, pake AC. Tapi bagaimana yg nggak punya enclosure yg jelas? Himbauan Adalah yg paling murah, namun dengan menyertakan solusi, minimal buk atau bangku di luar area yg dirasa sudah tidak mengganggu, atau sekalian bikin sistem pengaturan flow udara, exhaust dengan ducting ygengarah keluar. Berbiaya tentunya, tapi solusi Adalah solusi.
Di Salah satu resto tua berbintang di semarang, punya 2 area ber AC Dan di teras, ngudud di area AC? Boleh, di tepuk ada jendela yg bisa dibuka dikit, Dan tentu by default tersedia asbak juga, mereka yg pengudud biasanya Sadar diri Sejak Awal ngambil meja didekat jendela.
“Boleh to mbak?” Nggak papa Kata si mbaknya, saya nggak Tanya Lebih lanjut apa alasannya membolehkan, buat saya tak perlu ada penjelasan terkait itu. Sebagaimana saya Tahu Pangsa pasar si resto itu, Dan bagaimana Dia bertahan dengan menu itu2 saja Dari jaman asu Ra enak
Pernahkah ada survey sekian Dari sekian Wong sugih kelas wealth itu perokok om?
Pandemi mendorong sebagian pengusaha buka kedai alfresco. Hemat biaya AC, bisa atur jarak antarorang, dan perokok senang.
Soal survei, yang banyak merokok — dalam arti gak imbang pendapatan dan konsumsi — adalah kelas bawah. Misalnya survei LPEM UI.
Tapi aneh, ada rokok cap Tolak Miskin