
Identitas visual sebuah kota ada di mana saja? Antara lain tutup got dari besi. Di Yogyakarta ada beragam desain tutup drainase. Tutup yang baru menerapkan logo YK yang resmi berlaku mulai 2021.

Sekitar seratus meter dari tutup dalam foto di atas ada tutup dengan gaya lama, tanpa logo, dengan tulisan Drainase Kimpraswil Kota Yogya. Sedangkan tutup berlogo baru bertuliskan SDA DPUPKP YK Yogyakarta City. Kok bukan Kota Yogyakarta? Embuh.

Tentang singkatan YK, saya tak tersinggung ketika seorang anak muda Gen Z dalam grup WhatsApp menyoal, “YK itu apa? Gak jelas.” Dia tak salah. Sebagai anak luar DIY, dia sejak dulu hanya tahu penyebutan dan penulisan Jogja. Sejak dulu itu maksud saya sejak jenama Jogja Never Ending Asia hingga Jogja Istimewa. Di sini saya tak mengulang membahas perjalanan branding Jogja.

Tentu ini bukan cuma persoalan tutup got. Pemkot Yogyakarta, sebagai ibu kota DIY, ingin meneguhkan identitas, untuk membedakan diri dari Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul — kelima wilayah administratif itu berada dalam ruang kultural Jogja.

Generasi saya dan yang lebih tua terbiasa dengan singkatan YK dalam teks, sejak sebelum ada SMS. Adapun dalam penyebutan, nama kota ini dulu beragam: Jogja (ejaan lama: Djogdja), Yogya, Jogya, Jokya (ejaan lama: Djokja), Djokdja (ejaan lama, dipakai oleh Dagadu), dan lidah Jawa menyebutnya Yoja (orang lokal) serta Yugja (sebagian orang Jateng). Butet Kartaredjasa, dalam sebuah pameran di Semarang, di YouTube mempersilakan Gus Mus, “Mboten tindak Yoja?”

Sebagian wong lawas Sala, eh Solo, dalam bahasa Jawa juga menyebut Jogja itu Yoja. Uh, repot amat sih? Mungkin begitu kata Anda. Bagi saya sih tidak. Karena saya tuwèk. Kadang wangkot. Sulit beranjak. Dunia dianggap tak berubah.

Kemudian lambang Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta piyé? Masih tetap. Lambang pemerintahan dan penjenamaan kota (city branding) itu berbeda. Begitu pun lambang Pemkot Surakarta dan logo Solo.
Kalau kratonjogja.id yang dalam kepala laman menyebut diri Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat? Termaktub di sana: “Situs web resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyajikan berbagai informasi terkait pusat pemerintahan monarki di Jawa yang telah berusia lebih dari 250 tahun”.
