
Blog ini lebih nyaman dibaca di ponsel. Saya pun memperbarui isi melalui aplikasi Jetpack dalam ponsel, dulu Mobile WordPress, dan sering memasang gambar vertikal, bukan panoramis. Sangat memonsel. Halah itu nggak penting, kan? Sangat benar dan tepat.
Cerita macam itu pula yang mengisi blog ini. Unfaedah bagi orang lain. Walakin demikian, di luar isi tak penting dalam blogombal.com ini tetap ada dua hal penting.
Pertama, sudah saya sebut beberapa kali, blog ini untuk mengerem kepikunan saya. Dalam bahasa yang terpelajar: memperlambat laju amnesia dan bahkan demensia saya. Soal proses, bukan hasil. Kalau hanya ingin menghasilkan tulisan mestinya bisa memakai AI. Selain itu tulisan saya terarsipkan, berbeda jika menulis di WhatsApp. Kalau menulis di grup WA, orang melewatkannya dengan bumbu kesal sebal jemu jera disertai luka batiniah namun sungkan mengatakan.
Kedua, sesuatu atau sekian atu — sayang kata atu tidak ada karena sesuatu itu dari kata satu — itu adalah pembaca. Artinya Anda. Sebagai pembaca rutin maupun sesekali. Atau malah merupakan pembaca baru, dadakan, kemudian kelak berkunjung lagi namun lupa pernah ke sini. Sejujurnya, saya senang kalau ada yang membaca. Saya berterima kasih untuk itu.
Tabik.

11 Comments
Rencananya mau ngeblog rutin tiap hari selama setahun tapi gagal terus.
Sepertinya saya bermasalah dengan paragraf pertama. Atau sebenarnnya malas. 😛
Di kepala kalau mau nulis mengulas film cuma keluar kalimat “film ini bagus”. Kalau mengulas makanan “makanan ini enak”.
Makanya kayaknya saya lebih cocok ngetwit dibanding ngeblog.
Heran sama paman yang bisa menulis panjang dan bagus dari paragraf pertama sampai terakhir.
Konon writer’s block dialami banyak orang. Cara untuk mengatasi lakukan seperti saat kita bercerita lisan.
“Tadi ke Mpok Siti, gado-gado udah naik tiga ribu…”
Media berita dengan gaya berita kisah sering menggunakan pembuka seperti orang bercerita.
Gaya majalah Tempo khas: kadang paragraf pertama tentang si narasumber dalam sebuah ruang dengan pemerian ringkas. Padahal kalimat pertama adalah kutipan, “Saya cuma tidur tiga jam.”
Gaya Kompas.id juga begitu untuk features. 😇🙏
Terima kasih sudah bertahan ngeblog, Bang Paman. Saya masih maju mundur mau ngeblog lagi ehehe
Terima kasih Mbak Mpok yang setia baca blog ini dari dulu 🙏💐😇👏👍
Ketigax!
*biar kayak blogger jadul
👍🤪🫣👏
Termasuk saya!
Suwun sanget 👍🙏💐👏
Berkat tulisan Paman, saya menjadi terpacu untuk konsisten dalam menulis. Saya juga rutin membaca tulisan Paman hingga saat ini.
Terima kasih, Paman. 🙏
🙏👍💐