
Boks panel kontrol kelistrikan di JPO JORR Jatiwarna, Kobek, Jabar, ini tak berpintu. Namun palang dan gemboknya masih ada. Ke mana pintunya, bukan urusan saya. Karena si empunya alat pun tak peduli.
Siapa yang punya alat itu? Mungkin pengelola jalan tol. Kalau warga sih tampaknya tak ada yang memasang di sana.
Apakah boks itu masih berfungsi? Saya tidak tahu dan tak ingin memeriksanya, lagi pula memang tak paham listrik. Mencoba mencolek saklar pun tak ingin, karena bukan wewenang saya.
Misalnya kotak itu sudah tak berguna, mestinya pihak pemilik mencopotnya, atas nama estetika dan es teh untuk petugasnya. Namun misalnya kotak tersebut masih berfungsi, mestinya dibikin betul.
Jadi, apa masalah kotak ini? Ehm, pemerintah paling senang bicara kemajuan, infrastruktur, industri 4.0, ekosistem, investasi, iklim bisnis, Indonesia Emas 2045, dan embuh apa lagi, tetapi soal kotak tanpa tutup dan pengabaian oleh si empunya belum bisa dibereskan.
Peralatan listrik bisa membahayakan orang. Jika kotak ini untuk mengontrol lampu dan lainnya yang penting, ketika terjadi malfungsi dapat mengacaukan urusan lain.
Anda yakin kita akan mengenal Cina, Korea, Jepang, Singapura, dan entah siapa lagi di Asia?
