Bermain air, basah. Kalau bermain listrik?

Rasanya colokan di rumah kita selalu kurang karena alat elektrik terus bertambah. Pakai kabel gulung, dicabangkan lagi, jadi solusi.

▒ Lama baca < 1 menit

Masalah colokan listrik tambahan

Tak jauh dari area saya ada warung yang belum genap enam bulan berjualan air kemasan, gas, camilan, rokok, telur, es krim, dsb. Dua pekan lalu, tengah malam, warung yang memanfaatkan carport itu terbakar, sebagian dagangan hangus. Stok telur ayam menjadi matang di atas nampan kardus cekung yang gosong. Penyebab utama: kabel terbakar karena beban berlebih, sejak kulkas, lemari pendingin, hingga beraneka alat listrik.

Tadi saat ke warung gudeg, jauh dari rumah saya, sudah masuk Jaktim, saya teringat bahaya listrik karena di halaman depan warung ada gubuk dengan colokan ekstra. Maka saya pun teringat kebakaran di warung carport dan berita kebakaran belakangan ini.

Menambah saluran dengan mempercabangkan saluran lama sering menjadi solusi. Kabel gulung maupun ekstensi kotak ekstensi pun masih beranak lagi, dengan alasan untuk alat berdaya kecil, misalnya pengecasan ponsel dan sepeda listrik.

Makin ke sini makin terasa jumlah stop kontak berkurang karena alat berlistrik terus bertambah, sejak pengecas ponsel, laptop, alat dapur,alat hiburan, aneka lampu termasuk untuk lemari pakaian dan meja rias, pompa pencuci mobil, paralatan akuarium, hingga AC. Padahal jumlah stop kontak sudah ditambah, kan? Bahkan teras pun ada colokan untuk mengecas ponsel.

Masalah colokan listrik tambahan

Masalahnya menambah sambungan listrik internal sesuai standar instalasi itu mahal. Satu titik mulai Rp250.000 (¬ versi Hargaweb, 2022), belum termasuk ongkos membobol dan menambal tembok.

Jika perluasan internal dilakukan secara amatiran, dengan kabel sesuai stok penjual terdekat, tentu berbahaya. Apalagi kalau listriknya ekstra: tidak melalui meteran PLN, alias nyolong, dengan pengamanan sekedarnya.

2 Comments

Pemilik Blog Selasa 8 Agustus 2023 ~ 16.31 Reply

Ya begitulah. Tapi kabel listrik telanjang, baru tersentuh orang pun sudah berbahaya

Tinggalkan Balasan