Meutya MHz GHz

Kasihan amat Menkomdigi Meutya Hafid, dicela karena menyebut singkatan untuk megahertz dan gigahertz dalam gaya bahasa dirinya.

▒ Lama baca 2 menit

Menkomdigi Meutya Hafid dan ucapan MHz serta GHz — Blogombal.com

Sebagian warganet meledek Menkomdigi Meutya Hafid yang saat berpidato pekan ini melafalkan MHz bukan sebagai megahertz dan GHz bukan sebagai gigahertz. Bagi mereka, tak sepatutnya Meutya sebagai menkomdigi yang juga mengurusi telekomunikasi tak dapat menyebutkan kepanjangan dari MHz dan GHz.

Saya sih menganggapnya sebagai kesalahan kecil. Yang penting pidato Meutya tidak menghina rakyat dan tidak berbohong. Memang sih, pelajaran IPA di SMP sudah mengajarkan hertz. Lagi pula radio siaran zaman dahulu banyak yang menyebut lengkap posisi gelombang untuk stasiunnya: kilohertz untuk AM dan megahertz untuk FM.

View this post on Instagram

Yah, bahasa dapat merepotkan jika menyangkut pelafalan. Maka sebelum ada internet, teleks atau berita kawat kantor berita asing macam Associated Press dan Reuters memiliki info pronouncer, yang berguna untuk radio televisi. Misalnya untuk nama Prancis dan Thailand. Saya lupa entah Time atau Newsweek dulu dalam berita ringkas malah menambah kata dalam kurung: cara membaca nama penyanyi Sade Adu.

Saya tak menyalahkan Meutya karena saya dalam hal lain juga dapat salah. Untuk nama pembalap Kanada Gilles Villeneuve, dulu sebelum ada internet, saya menanya cara membacanya kepada sejawat sisa French Connection di kantor. Demikian pula untuk melafalkan Yves Saint Laurent.

Itu tadi nama orang. Untuk abreviasi dan akronim saya juga bisa dianggap kurang tepat. Kini saya melafalkan AI sebagai a-i, bukan é-ai, karena merujuk kata akal imitasi, padanan untuk artificial intelligence, yang dimulai oleh Kompas.

Bagaimana dengan Wi-Fi (ada huruf kapitalnya karena itu jenama dagang)? Ya seperti kita membaca kata asal yang dipelsetkan oleh industri digital: hi-fi (high fidelity) sehingga Wi-Fi kita sebut wai-fai.

Kini dunia audio punya kata baru: chi-fi. Masih merujuk hi-fi, chi adalah China. Produk kelas tengah ke atas dari Fosi, FiiO, SMSL, dan apalagi Cayin, termasuk chi-fi. Kalau sci-fi? Akronim untuk science fiction itu memang meniru hi-fi, sehingga dibaca sai-fai.

Mari mundur dulu. Pada 2003 di Hotel JW Marriott Jakarta meledaklah bom mobil yang menewaskan 12 orang dan melukai 150-an orang. Milis editor bahasa media berita ramai berbantah mana yang benar bagi penyiar radio dan TV: jé-wé mar-riot ataukah jé-dabel-yu mèr-riêt?

Huruf W dalam bahasa Inggris memang merepotkan. Saya menyebut Badan Kesehatan Dunia WHO sebagai wé-ha-o, sama seperti menyebut mobil BMW sebagai bé-èm-wé. BBC, CNN, dan Aljazeera, setelah di depan menyebut nama lengkap WHO, akan mengatakan dabel-yu-éitc-o. Maaf itu pelafalan menurut cara saya dalam transkripsi fonetik Indonesia.

Lalu pada masa awal internet, prefiks yang berposisi sebagai subdomain merepotkan dalam pengetikan di bilah alamat peramban: www. Singkatan worldwide web. Tidak praktis, tambun suku kata, sehingga ada sebagian penutur bahasa Inggris yang menyingkatnya “dab-dab-dab” (dari dabel-yu diulang tiga kali) menurut kuping Indonesia.

Untunglah dunia internet meninggalkan www demi kepraktisan. Dalam bilah alamat bisa sonder prefiks www, langsung ke nama domain. Ya, itulah naked domain. Misalnya blogombal.com. Ada prosedur teknis di balik itu.

Kalau “https://blogombal.com” itu URL (uniform resource locator), alamat digital unik untuk mengakses halaman situs web, gambar, video, atau dokumen di internet.

Dunia digital melahirkan istilah baru dan akronim anyar. Teks ASCII yang diakrabi zaman sistem oposisi Microsoft DOS dulu dibaca “as-ki-i”. Format gambar GIF (graphics interchange format) bukan dibaca “gif” melainkan “jif”. Demikian menurut Steve Wilhite (1948–2022), sang pengembang GIF.

Apakah Anda kadang mendapati laman web kosong dengan tulisan “nginx”? Kata itu dibaca “engine-x“. Artinya server atau komputer peladen yang menggunakan peranti lunak NGINX sedang terganggu. Apakah kita harus mengikuti cara mengucapkan orang teknologi informasi (TI; Inggris: IT)? Sesuka kitalah.

Tinggalkan Balasan