
Tadi malam dari Alfamart saya beroleh uang kembalian berupa koin gopek versi kuning. Selama 2026 baru sekarang saya mendapatkan koin kuning. Mungkin karena saya lebih sering membayar secara nirtunai dengan e-dompet.

Uang logam kuning berbahan aluminium perunggu (aluminium bronze). Koin yang saya dapatkan ini bertanda tahun cetak 2002, bergambar bunga melati, tetapi sebenarnya emisi 1997. Menurut Bank Indonesia, koin ini sudah dicabut mulai 1 Desember 2023. Artinya sudah tak berlaku. Koin yang masih berlaku adalah Rp500 putih (aluminium). Namun tadi malam saya nggak ngeh.

Entahlah Rp500 sekarang bisa untuk apa saja. Bagi Pak Ogah dan pengamen asal-asalan yang hanya bersuara melalui mulut dan dengan iringan tepuk tangan bertempo jarang pun gopek itu terlalu sedikit.

Dengan makin maraknya transaksi nirtunai, kini tak hanya makin sulit mendapatkan koin, tetapi membayar dengan e-dompet untuk barang murah banget pun dianggap tak layak, padahal bisa, kecuali untuk promo bayar angkutan Rp1 merayakan ultah Jakarta.

Bagi saya koin adalah benda kecil yang sering menempel anggota badan manusia selama puluhan tahun dengan terus berpindah tangan. Kalau kancing baju tidak begitu, padahal tanpa berganti pemakai. Kalau pakaian dalam tak sampai puluhan tahun.
