Tas kertas menguntungkan toko, di toko buku saya kikuk

Lama tak ke toko membuat saya jadi lupa hal sepele. Buku belum tamat, tapi tetap butuh biaya.

▒ Lama baca < 1 menit

Sesampainya di depan kasir saya baru tersadar membutuhkan kantong. Saya hanya membeli ATK, ditambah dua map plastik ukuran A5. Saya membatin kenapa tadi tak membeli kantong cokelat besar, ukuran folio, untuk membungkus belanjaan?

Lalu saya tertawa dalam hati setelah kasir menawari tas belanja dari kertas seharga Rp3.000. Harga amplop yang saya inginkan mungkin Rp2.000. Pikiran sayalah yang aneh karena jarang dolan.

Apakah Anda masih ke toko buku? — Blogombal.com
¬ Apakah Anda masih ke toko buku? Pos tahun 2018 di Periplus, ketika Gramedia belum punya antara lain Makarya. Klik gambar untuk membaca arsip.

Lalu sepulang dari toko buku Gramedia di Pondok Gede Plaza, Kobek, Jabar, saya pun melamun. Setelah ada pembatasan tas plastik untuk peritel modern, pengusaha justru untung. Secara resmi mereka bisa menghargai tas. Maksud saya menjual. Harga tas tercantum dalam setruk.

Harga selembar tas kertas full color, bukan art paper tebal ukuran A4 setebal 12 cm, jika memesan dalam partai besar sekitar Rp1.800, atau anggap saja Rp2.000. Toko menjualnya Rp3.000. Silakan hitung persentase keuntungannya.

Majalah dan koran asing di Periplus Jakarta — Blogombal.com
¬ Majalah dan koran asing di Periplus Jakarta. Siapa saja yang masih membeli? Klik gambar untuk membaca arsip.

Ah, anggap saja saya ngayawara, mengarang dengan ngawur. Ada satu hal yang saya akui: sejak sebelum Covid-19 saya tak pernah ke toko buku. Ketika punya duit sedikit saya khawatir menjadi pembelanja impulsif. Saya lebih suka membeli secara daring, sebelumnya bisa menyimpan di wishlist.

Maka tadi ketika harus membeli ATK saya sengaja tak melihat-lihat buku, takut tergoda padahal harus berhemat. Ini sekalian menghindari terus kepikiran setiba di rumah, kapan bisa beli? Namun akibatnya saya lupa mengambil tas dari mobil karena yang saya beli barang kecil, dan di dalam toko saya tidak memanfaatkan tote bag pinjaman. Saya lupa bahwa di toko buku ada tas besar.

Tunjangan komunikasi DPR Rp20 juta bisa buat beli buku — Blogombal.com
¬ Tunjangan komunikasi anggota DPR Rp20 juta bisa buat beli buku. Klik gambar untuk membaca arsip .

Mungkin hampir sepuluh tahun saya tak ke toko besar. Toko kecil yang saya ingat pernah saya masuki adalah Periplus, di Gandaria City, Jaksel, hanya singgah melihat-lihat, saya poskan Oktober 2025. Buku dan terutama majalah serta koran kian mahal, padahal saya bukan anggota DPR yang dapat tunjangan komunikasi Rp20 juta per bulan.

Untuk Periplus di bandara tentu tak saya jenguk karena saya sudah tak pernah terbang. Padahal dulu banget saya punya kartu keanggotaan toko itu. Bisa dapat diskon.

Tinggalkan Balasan