Ruang untuk mobil berpapasan, bukan untuk parkir

Mobil terus bertambah. Bagaimana dengan fasilitas parkir di permukiman? Untuk berpapasan pun tak muat.

▒ Lama baca < 1 menit

Larangan parkir di sebuah gang di Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Bacalah tulisan pada spanduk di pinggir sebuah ruas gang. Bahu jalan, atau bahu gang, oleh warga disediakan agar tersedia ruang bagi dua mobil untuk berpapasan.

Kalau ada sebuah mobil atau lebih parkir mepet pagar, termasuk depan pintu pagar, lebar gang tak cukup bagi mobil untuk berserobok. Saya menduga ada saja warga, atau orang luar, yang memanfaatkan bahu gang untuk parkir.

Larangan parkir di sebuah gang di Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Tak terhindarkan, mobil terus bertambah. Yang jadi masalah adalah tempat parkir. Antara lain tak setiap rumah punya parkiran di dalam. Jika lebar jalan tak memadai, mobil kedua dan seterusnya, juga mobil tamu, akan menyesaki lalu lintas.

Untuk gang sempit, pengaturan jalan searah belum tentu tepat. Selain harus memutar jauh ada masalah yang lebih penting: bagaimana jika di ujung ternyata gang menyempit bahkan buntu?

Ada masalah lain sih, berhubungan dengan tata ruang. Setiap kota punya perda tentang garis sempadan bangunan (GSB) dan garis sempadan jalan (GSJ). Di area saya, bukan dalam gang, kios bisa mepet jalan sehingga sepeda motor pembeli diparkir di badan Jalan. Ada juga mobil yang nekat parkir.

One Comment

Zam Jumat 13 Maret 2026 ~ 14.04 Reply

perkara mobil dan parkir memang pelik ya.. lagi-lagi berawal dari soal tata ruang publik 😅

Tinggalkan Balasan