
Viral Steak atau Steak Viral? Tak penting. Itu seperti istilah “media online“, bukan online media, yang kita terima dengan tulus. Kata-kata asing harus tunduk kepada tata bahasa Indonesia. Maka ada media sosial (medsos) dan sosial media (sosmed), kalau social media itu kuminggris.
Kembali ke pokok soal, kapankah kita, orang Indonesia, mulai mengakrabi istilah viral? Saya menduga menjelang 2010. Hanya dugaan sumir karena saya tak mencari jejaknya di platform konten digital yang terbuka. Saya terbuka terhadap sanggahan dan koreksi.

Kini istilah viral itu biasa. Sebagian penuturnya seolah lupa bahwa kata benda yang menjadi dasar dari kata sifat viral adalah virus. Yah itulah bahasa, yang penting sama-sama paham. Urusan etimologi itu bagian dari ke-lebay-an orang sok serius.
—
—
Dulu, pada pertengahan dasawarsa pertama 2000-an, Nukman Luthfie(1964–2019) mendirikan agensi Virus Communication. Filter layanan email ada yang memblokir surat dari agensi tersebut gara-gara kata virus. Padahal maksud Nukman, pesan dalam komunikasi pemasaran klien yang dia tangani akan viral. Namun saat dia mendirikan agensi, kata viral belum membahana di Indonesia.


4 Comments
Apakabar pa Lukman skarang, ya
Nukman sudah berpulang pada 2019 karena strok. Semoga damai di Sana. 🙏
wah, kangen pak Nukman. sekarang, kata viral udah seperti kehilangan makna. apa-apa dikasih kata “viral”, padahal dikenal aja nggak.. mungkin maksudnya baik, biar jadi viral..
Kata viral seperti ucapan “luar biasa”. Datar saja 🤣