
Tak semua informasi yang sedang viral telah menggamit saya. Maka saya baru tahu ada takjil seharga Rp1 dari Kompas (Kamis, 26/2/2026). Kapsi foto berita tunggal karya Adryan Yoga Paramadwya tersebut:
Warga antre untuk membeli takjil di depan Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Bank Mandiri menghadirkan vending machine yang menyediakan makanan dan minuman seharga Rp1dengan pembelian melalui Livin’ by Mandiri. Berlangsung hingga 19 Maret 2026, gerai ini buka setiap hari kerja pukul 16.00-18.30 WIB.
Barusan karena ingat foto berita itu, saya menulis pos ini. Saya cek, eh banyak media memuat hal yang sama. Berarti itu kabar basi. Juga berarti saya kudet. Apakah saya merasa rugi? Tidak. Banyak hal yang saya tidak well informed dan merasa biasa saja.
Dalam hal takjil, misalnya saya berada dekat lokasi, apakah saya ikut? Rasanya sih tidak. Saya tidak berpuasa. Kalau saya ikut mengantre berarti menyingkirkan orang yang lebih berhak.
Memang saya tidak kaya, tetapi kalau ingin ikut merasakan keriangan berburu takjil, tahu isi seharga Rp3.000—Rp5.000 rasa-rasanya lebih layak saya antre, dan cukup beli satu.

Harga Rp1 bagi saya menarik dari sisi aktivasi jenama. Dengan uang tunai tidak mungkin karena pecahan terkecil adalah Rp100, dan orang tak mungkin tamak memborong seratus porsi takjil. Taruh kata itu untuk dibagikan pun menurut saya merampas peluang orang lain untuk beroleh sensasi penganan atau minuman Rp1.


6 Comments
karena ini pancingan agar orang bikin akun/rekening di bank tersebut 😀
Lha yes 🤭
dulu pernah dapat tiket pesawat Mandala Airlines seharga Rp1.. tapi terus ada biaya-biaya lainnya.. wkwkwk
Waaaa tetap asyiklah, Zam
Yang nggak punya Livin’ nonton aja, huhuhu… Sensasi 1 rupiah itu yang bikin beda 😀
Lha yes no. Eh, bingung ya?