Persoalan tas spunbond: Terus bertambah di rumah kita

Satu belum tamat riwayat kita pakai ulang, adik-adiknya sudah menyusul. Ini beban bagi lingkungan.

▒ Lama baca < 1 menit

Tas spunbond bukan zero waste, tapi dipakai ulang, yang baru selalu menyusul — Blogombal.com

Tulisan zero waste pada tas spunbond membingungkan. Apa ya, sih? Saya dalam posisi bingung dan nanggung untuk memberikan solusi. Saya pakai ulang pun terus bertambah tas spunbond baru.

Berbahan polipropilena, spunbond di luar ruangan, terpapar mentari, bisa terurai paling cepat 90 hari namun mikroplastiknya paling singkat bertahan dua tahun. Spunbond juga seperti tas keresek: merepotkan.

Tas bansos banpres dari Jack Mulyono — Blogombal.com

Ada satu tas spunbond yang kerap saya pakai ulang karena tali lengannya tak mencekik ketiak, ukurannya besar, dan ada pita untuk merapatkan lubang atas tas, dari produsen bandeng presto. Tetapi tas itu raib.

Sebelumnya ada tas bansos, desain mirip dari toko bandeng presto, dan akhirnya raib karena di gudang tercantelkan bersama tas spunbond kerempeng yang tinggal ambil.

Tote bag kanvas Levi's yang kuat dan rawan embat — Blogombal.com

Kadang saya berbelanja membawa tote bag kanvas tebal, dengan jahitan kuat, dari produsen jin. Tas itu hanya saya pakai kalau tahu akan berbelanja agak banyak. Kadang malah saya pakai untuk urusan di luar belanja.

Sudah berusia sepuluh tahun, tas kanvas putih mangkak itu rawan embat, banyak yang berminat. Ini tantangan bagi pemain lokal untuk menghasilkan tas kanvas yang sama kualitasnya dengan harga lebih semanak.

Jadi kita harus bagaimana? Tak mungkin kembali ke masa kecil saya, saat belum ada tas keresek banyak keluarga punya tas belanja dari kain, mirip tas serut, dengan pengikat sekaligus pegangan dari sepasang gelang besar aluminium gilik.

Tas itu amat berguna saat tak ada isi padahal saya terpaksa melawan anak-anak nakal. Sebisanya ayunan gelang mengenai mata dan telinga salah satu anak. Membuat bibir berdarah juga bisa. Saat itu kalau saya disuruh membeli arang, warung sudah mengemasnya dalam kereneng serupa untuk lengkeng di pohon. Tetapi tidak bisa menjadi senjata.

Tas plastik, sebelum era tas keresek, mulai terlihat menjadi masalah pada 1970-an saat saya menunggui tukang membuat jugangan baru di atas timbunan tanah pada bekas jugangan lama di kebun. Kantong plastik dalam tanah yang belum habis terbakar tetap utuh.

View this post on Instagram

Masalah Spunbond bagi Lingkungan

Kondisi Estimasi
Dekom-
posisi

Keterangan
Tambahan
Alami
(Luar
Ruang)

90 hari – bebe-rapa tahun Dipercepat oleh paparan sinar UV dan elemen alam (fotodegradasi).
Dalam Ruang /
Ter-timbun

5 tahun atau lebih Bertahan lebih lama karena minim paparan elemen alam.
Jenis Bio-de-grada-bel ± 2 tahun Dirancang khusus agar tidak meninggalkan residu beracun atau mikroplastik.
Diban-ding-kan
Plas-tik
Kon-vensi-onal

Jauh lebih cepat Plastik konvensional butuh ratusan tahun, namun spunbond tetap berisiko menjadi mikroplastik.

¬ Tabel hasil ekstrasi oleh akal imitasi terhadap isi artikel di Scientific.Net (2012)

One Comment

mpokb Sabtu 14 Februari 2026 ~ 20.51 Reply

Kesimpulannya, kita mengatasi masalah dengan masalah lain, Bang Paman 🙈

Tinggalkan Balasan