Batu ganjal pintu

Batu itu mudah didapat, gratis, dan sebagai ganjal pintu tampak nyeni, mudah dioperasikan.

▒ Lama baca < 1 menit

Batu ganjal pintu di Puskesmas Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Tak ada yang aneh jika pintu diganjal apa pun agar selalu terbuka. Itulah buah akal manusia agar dirinya tak perlu berdiri memegang daun pintu, atau malah tak perlu menyadarkan badan pada pintu.

Batu ganjal pintu di Puskesmas Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Maka batu utuh berkilat, yang saya lihat menjadi pengganjal pintu kaca berangka aluminium pada sebuah bangunan fasilitas kesehatan pertama BPJS, ini mestinya juga tak aneh. Tetapi bukankah banyak cara lain, dari memasang magnet, hak cantolan, sampai ganjal karet?

Dua model ganjal pintu di rumah — Blogombal.com

Mungkin karena ini bangunan pemerintah. Pembelian alat kecil murah pun harus pakai usulan resmi kecuali kepala kantor mau menalangi pembelian dan tak berharap dapat mengajukan klaim uang pengganti.

Ragam ganjal pintu — Blogombal.com

Ganjal batu juga memberi kesan menghormati alam, lagi pula lebih mudah karena untuk menghentikan tugasnya sebagai pengganjal cukup menggesernya dengan kaki. Tak perlu membungkuk.

Ragam ganjal pintu — Blogombal.com

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

9 Comments

Zam Minggu 22 Februari 2026 ~ 15.11 Reply

di sini ada juga ganjal pintu berupa bantal kecil berisi kerikil

Pemilik Blog Minggu 22 Februari 2026 ~ 18.15 Reply

Wah menarik. Bisa ditiru 👏 👍

Junianto Minggu 15 Februari 2026 ~ 15.08 Reply

Saya kira cuma saya yang (sering) pakai kartu BPJS eh KIS😁

Pemilik Blog Minggu 15 Februari 2026 ~ 19.24 Reply

Istri saya mulai pakai. Saya akan menyusul. Pernah sih pakai BPJS ke IGD RSUD Tarakan, datang sendiri didrop sopir kantor, lalu karena saya sempoyongan dibantu satpam, lalu langsung diinfus. Saya ngabari sekretaris kantor dan istri lalu istri menjemput saya.

Sakit saya yang 2024 gak pake BPJS, ke RS pake tarif biasa, duit habis

Junianto Kamis 19 Februari 2026 ~ 22.36 Reply

Yg ke IGD RSUD Tarakan, enggak sampai rawat inap? Kalau enggak, berarti tetap bayar dong.

BTW saya terbantu oleh BPJS antara lain karena pernah operasi mata (yang biayanya sekitar Rp30 juta) dan sering periksa/kontrol mata yang, kalau bayar, mungkin sekitar setengah juta rupiah sekali datang (ongkos periksa dan obat/tes mata).

Pemilik Blog Kamis 19 Februari 2026 ~ 23.53 Reply

Oh itu karena sakit perut, keracunan makanan. Gak dirawat inap, gak bayar, habis diinfus pulang, dikasih resep dan surat istirahat.

Junianto Rabu 25 Februari 2026 ~ 19.45

Biasanya yang tidak bayar, setelah masuk IGD, adalah yang kemudian langsung rawat inap.

Pemilik Blog Rabu 25 Februari 2026 ~ 22.18

Lha saya kok ndak ya. Tapi waktu itu obat beli sendiri.

Junianto Jumat 27 Februari 2026 ~ 13.24

Beli obat sendiri = mbayar, Paman😁

Tinggalkan Balasan