
Badan Gizi Nasional (BGN) selalu disorot dengan info bersentimen negatif. Namun sayang, lembaga pemerintah yang beranggaran besar itu kurang responsif terhadap unggahan pahit di media sosial.
Kita boleh tidak suka terhadap MBG dan BGN, tetapi skeptisisme harus terpelihara. Kalau ada konten buruk tentang MBG jangan langsung percaya. Masalahnya, BGN diam saja, tidak membuat klarifikasi di, misalnya, Instagram dan situsnya. Bahkan di laman Kemkomdigi dan Turnbackhoax pun tidak. Jangan salahkan masyarakat jika lebih percaya medsos.
Kalau, misalnya, alasan BGN tak bereaksi cepat karena konten muncul akhir pekan, ini sungguh wagu. Menangkis serangan dengan cara bermutu, bukan cuma menyangkal, itu tak kenal hari kerja.
Bakal capai dong kalau harus 24 jam? Rekrut saja bekas CS daring bank dan layanan lain dari partikelir yang dibantu oleh AI. Publik harus menunggu siaran pers hari Senin besok? Lho media daring itu tak bekerja lima hari dalam sepekan.
Jawaban sementara oleh mesin, “Kami akan memeriksa kebenarannya, dalam 24 jam akan jelas masalahnya,” adalah modal komunikasi yang bagus, tetapi harus dibuktikan. Untuk merekrut ASN — dalam jenis pekerja kontrak, bukan PNS — BGN punya bujet, pengangkatannya lebih lekas daripada guru honorer. Cuma gitu aja kok repot. Huh!
MBG
telur mentah dan jagung mentah pic.twitter.com/n29E426sB2— ꦩꦸꦂꦠꦝ (@MurtadhaOne1) January 24, 2026

2 Comments
Segala kritik dan komentar seolah dianggap angin lalu saja, mentang-mentang program untouchable.
Bebal karena terlalu pede, merasa benar terus. Itulah pemerintah sekarang. Amerika juga presiden pede super pol, lebih nggasruh.
Itulah demokrasi sesat. Rakyat milih pemimpin yang salah. Sekarang tanya saja kelompok 58 persen itu. Ternyata ada yang menyesal. Sama seperti pemilih Mulyono. 🫣