
Coba Anda perhatikan foto di atas dan di bawah paragraf ini. Pada foto pertama, jenama dalam logo Bu Odeh terbaca dengan jelas. Pada foto kedua, ya di bawah ini, jenama tampil terbalik. Keduanya dari label yang sama, diletakkan pada bagian bawah tutup stoples plastik.

Lalu apa yang sedang saya ceritakan tentang kue hantaran ini? Bukan hal baru namun saya tetap terkesan akan cara Bu Odeh mengemas kue kacang yang enak, dalam arti renyah dengan manis pas. Kertas bundar, dari bahan kertas roti, ini agak tembus pandang seperti kertas kalkir. Kertas ini bukan stiker, tetapi karena potongannya pas, ketika tutup saya angkat maka kertas tak jatuh. Pada foto kedua, setelah tutup saya telentangkan, kertas sengaja saya angkat dan geser.

Apakah hal ini penting? Beda orang beda pendapat. Namun bagi saya menarik. Konon di dunia ini tak semua karya manusia orisinal, tetapi misalnya Bu Odeh meniru produk lain bagi saya hal ini tetap merupakan kreativitas karena tak semua produsen camilan UMKM melakukannya.

Orang iseng, termasuk tamu, bisa saja membalik kertas bundar ini sehingga yang tampak saat tutup terpasang adalah tulisan terbalik. Namun saya berpikir jauh, untuk perancangan logo suatu jenama, dengan maupun tanpa AI, efek kertas semi-transparan bisa menjadi pertimbangan untuk dimainkan. Termasuk misalnya dilubangi dan lidah lubang dilipat atau didesain secara unik.
¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

2 Comments
sepertinya kue kacangnya enak, paman
Memang enak, apalagi ini gratis 😇