Lantai menara perkantoran yang menyala pada hari libur

Abad lalu saat krismon, lantai gedung yang biasanya terang pada malam hari jadi gelap.

▒ Lama baca < 1 menit

Wisma Mulia 2 Jalan Gatsu Jaksel pada hari Minggu — Blogombal.com

Oh, masih ada orang bekerja, padahal ini hari Minggu, saya membatin kemarin malam. Ekonomi masih terus bergerak. Dari teras Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, saya foto menara di seberang jalan. Apa yang saya batin mungkin membuat Anda tertawa karena terdengar udik, tak paham degup bisnis modern. Oh, baiklah. Saya terima tanpa gusar.

Saya teringat saat krisis moneter 1998. Banyak lantai pada gedung perkantoran yang biasanya menyala pada malam hari, waktu saya melintas di jalan di depan gedung tampak gelap. PHK dan merumahkan karyawan menjadi kabar harian, namun saat itu bekerja dari jarak jauh dengan internet, seperti pada masa pandemi Covid-19 meraja, belum mengejala.

Sewa kantor itu mahal. Demikian pula ongkos parkir mobil. Namun pada medio 1990-an saya pernah takjub saat menemui seorang eksekutif perusahaan di kawasan menara di atas. Ada satu lantai disewa perusahaan itu. Tak ada pegawai, hanya ada resepsionis dan satpamwan bersafari gelap lengan panjang. Bilik kerja dan perabot lengkap. Bagian tengah ruang yang dapat diakses lift ada meja bundar berdiameter dua meter, di tengahnya ada vas besar berisi bunga segar.

Di sebuah ruang nyaman bersofa empuk, berkarpet, dan boleh merokok, saya dengan culun bertanya kepada tuan rumah, di apakah tidak buang uang untuk ruang satu lantai menganggur? Dalam kartu nama perusahaan multitrading itu saya lupa dia disebut apa, tetapi dia mengakui tugasnya adalah sebagai pengubung ke semua pejabat hingga daerah. Dia jawab pertanyaan saya dengan tersenyum, sambil mengedipkan mata.

Para pemegang saham perusahaan itu adalah sejumlah anak menteri dan jenderal, dan tampaknya ada juga anak konglomerat. Saat itu bisnis tambang batu bara belum booming. Entah apa bisnis mereka sebenarnya. Setahu saya pebisnis betulan, bahkan yang superkaya, untuk memulai bisnis tak seboros itu. Namun untuk menara yang kemarin saya foto, saya yakin tak ada buang duit macam itu.

Tinggalkan Balasan