Es puter: Justru kerena panas jangan berhenti

Banyak hal yang tak kita ketahui tentang kerepotan penjual es keliling dalam menyiasati cuaca.

▒ Lama baca < 1 menit

Cara penjual es puter menyiasati cuaca panas — Blogombal.com

Setengah jam lalu langit berawan, cuaca panas menjadi makin menggerahkan. Nanti setelah awan menghilang, cuaca makin membakar. “Saya sebenarnya nggak tahan kalo panas terus,”, kata Pak Ugan, penjual es puter atau es podeng keliling. Dia harus ngider setidaknya enam kilometer.

Oh, 34° C serasa 41° C. Saya juga tak tahan. Harus menjadi Tarzan tanpa berayun dalam rumah. Kepada Pak Ugan tadi saya bilang, “Tapi kan ada atap di gerobak, Pak. Lagian Bapak pake topi.”

Cara penjual es puter menyiasati cuaca panas — Blogombal.com

Dia menyahut, “Emang sih. Tapi kesian es saya. Kalo panas gini kan pantulan dari jalan bukan cuma kena saya tapi juga bawahnya wadah. Bisa cepet lumer esnya.”

Oh, maaf. Saya baru tahu. Lupa bahwa gelombang termal pantulan permukaan yang disukai pemain gantole bisa tak nyaman bagi penjual es keliling.

Maka Pak Ugan mengatakan, “Biar esnya nggak cepet lumer saya harus jalan terus. Kalo buat berhenti lama bisa lumer esnya.”

Cara penjual es puter menyiasati cuaca panas — Blogombal.com

2 Comments

mpokb Rabu 22 Oktober 2025 ~ 00.39 Reply

Pak Ugan mendinginkan esnya pakai apa, Bang Paman? Mungkin perlu modif gerobak ditambah ice pack yg bisa dipakai ulang itu yak.. Tentu ada tambahan biaya 🙁

Pemilik Blog Rabu 22 Oktober 2025 ~ 14.26 Reply

Belum sampai ke sana, masih pakai teknologi es puter era lawas, Mbak Mpok

Tinggalkan Balasan