Kenangan pernikahan Juli & Sinta di pinggir jalan

Kertas petunjuk rumah sahibulbait adalah artefak yang layak didokumentasikan.

▒ Lama baca < 1 menit

Pernikahan Juli dan Sinta di Chandra Baru, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Hari ini Rabu (13/8/2025). Kertas terlaminasi ini untuk acara pernikahan di sebuah rumah hari Sabtu atau Minggu lalu. Hari ini mempelai mungkin masih menikmati sisa cuti mereka. Saya tak kenal siapa mereka, demikian pula pasti sebaliknya, karena kalau mereka di RT saya ada kemungkinan saya diundang.

Lalu kenapa kertas pemandu arah masih terpasang? Jangan menanya mempelai. Saya yakin bukan mereka yang memasang karena umumnya mempelai terlalu sibuk dan urusan petunjuk ada yang mengurus. Itulah gunanya panitia, yang kini dioper oleh jasa pengelola pernikahan.

Kalau kertas merangkap bendera lelayu yang memberi arah rumah duka biasanya akan rusak sendiri dilumat hujan dan angin. Warga pun secara sukarela akan mencabutnya setelah dirasa waktunya cukup.

Lalu soal kertas petunjuk arah ini apanya yang menarik bagi saya? Saya membayangkan ada sampel foto, juga video, yang menjadi dokumentasi mereka, lengkap dengan data lokasi geografis yang merupakan salah satu opsi dalam fotografi ponsel. Kelak mereka dapat menujukkan kepada anak dan cucu tentang hari pernikahan di masa lampau.

2 Comments

Rudy Rabu 13 Agustus 2025 ~ 19.50 Reply

Jika ada kawinan, siapa yang menikah ditulis namanya dan tempatnya persis di bawah hiasan janur. Tetapi biasanya tidak ada nama yang dicantumkan di bawah bendera kuning dari kertas.

Pemilik Blog Kamis 14 Agustus 2025 ~ 01.10 Reply

Nama kadang dituliskan di bendera kalau yang meninggal lebih dari satu. Tapi tanpa tulisan, kita bisa tanya warga dan satpam

Tinggalkan Balasan