Permak Levi’s tak hanya menangani Levi Strauss

Semua permak jin menyebut Levi's. Bagaimana pasar jin kuartal ini?

▒ Lama baca 2 menit

Permak Levi's di Rawabacang, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Di gang sempit namun cukup bagi sepeda motor untuk berpapasan itu pagi mulai menghangat karena langit cerah. Sudah pukul delapan seperempat. Tukang permak jin duduk merenung di teras rumah petak kontrakan, matanya terpejam. Mesin jahit masih dikerudungi kain lusuh. Kotak kaca untuk makanan jualan, antara lain bola-bola pisang, masih kosong, diselubungi perlak.

Saya tak tahu mulai pukul berapa akan ada orang minta tolong memotongkan pipa celana maupun mengecilkan pinggang pantalon. Ekonomi masyarakat bawah sedang cemberut.

Saya memang tak menanya dia. Karena belum kenal. Namun sambil berjalan saya terus melamun. Isi lamunan yang teringat itu saya tuangkan ke sini.

Infografik kondisi ekonomi rakyat - Kompas — Blogombal.com

Saya mengandaikan, membeli celana baru, lalu dibawa ke Fermak Levi’s M.R. E.D.I.Y., bukanlah hal mudah. Celana jin lebih panjang usianya ketimbang hem. Celana bahan halus juga lebih lama usianya daripada kemeja tipis halus.

Dalam situasi macam ini masih layakkah membeli celana baru? Untung ada thrifting, tetapi tidak untuk seragam sekolah anak pada tahun ajaran baru.

Tentu jin yang dilayani si mister tak hanya buatan Levi Strauss. Namun di mana pun tukang permak menyebut Levi’s. Dalam lidah masyarakat lama: Lèpis. Celana Lèpis. Jaket Lèpis. Namun Djaduk Ferianto sengaja menyebut “blue jeans biru” dalam lagu “Kere Trendi” untuk menggambarkan pemuda yang menurutnya mbois.

Infografik kondisi ekonomi rakyat - Kompas — Blogombal.com

Benarkah jin yang mula-mula masuk Indonesia adalah Levi’s? Soe Hok Gie ketika ke Amerika dititipi Saddle King. Dan angkatan lawas ingat, dulu selain Levi’s kemudian ada Lee dan Amco. Tira dan Lea sebagai jenama lokal meramaikan pasar sesudahnya.

Kini di beberapa toko jin ada jasa potong. Namun juru permak di kampung-kampung masih berkibar. Penjahit keliling juga melayani. Kalau hanya potong, ongkosnya mulai Rp15.000 — tentu untuk kanan dan kiri.

Saya terus berjalan. Lamunan saya terpenggal keluhan seorang ibu di warung sayur kampung, “Apa-apa mahal. Dua puluh ribu bisa dapet apa? Capek bener jadi orang kecil.”

Lebaran lalu, tiga penjual sayur yang saya kenal tidak mudik ke Jateng dan DIY. Sayang uang, kata mereka. Ramadan lalu, kata mereka, belanja para pelanggan tak seperti dulu.

Infografik kondisi ekonomi rakyat - Kompas — Blogombal.com

Lalu benak saya disodok sepenggal puisi Rendra karena saya merasa sedang tak beruntung, ditambah berjalan kaki menahan sakit seperti terkilir namun bukan lantaran asam urat:

Kemarin dan esok
adalah hari ini
bencana dan keberuntungan
sama saja
Langit di luar,
Langit di badan,
Bersatu dalam jiwa

Adakah unsur idiom Bangau Putih dalam puisi itu, seperti halnya “kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah Bumi”? Bre Redana lebih paham. Kantata Takwa, karena ada Rendra, juga mencomot itu.

¬ Infografik dari Kompas, “Keuangan Rakyat Tak Siap Hadapi 2025, Pemerintah Bisa Apa?” (19/3/2025), yang diangkat lagi Senin kemarin (23/6/2025) di web Kompas.id

6 Comments

Junianto Rabu 25 Juni 2025 ~ 21.55 Reply

Terakhir beli celana Levi’s lebih dari enam tahun silam, sebelum pandemi, dan sebelum pensiun, beli tiga sekaligus. Sekarang masih satu, belum pernah dipakai, dalam lemari pakaian. Satu lainnya saya keluarkan dari lemari, dan saya bawa ke tukang permak, sekitar sebulan lalu. Satu lainnya lagi sudah koyak karena keseringan mbah ringgo (kumbah, garing, dinggo)😁.

Pemilik Blog Kamis 26 Juni 2025 ~ 18.20 Reply

Tobbbb 👍👍👍💯
Biaya permak di Solo berapa ya?

Junianto Jumat 27 Juni 2025 ~ 00.22 Reply

Tukang permak dekat rumah saya, bekerja di rumah petak dalam gang kecil, tukang permak ecek-ecek, pasang tarif Rp 10 ribu untuk motong jin. Saya ten ngertos tarif di tukang permak lain yang tempat dan lokasinya lebih skoy.

Kadang saya juga ndandakke ransel (mengganti ritsleting) ke bapak sepuh itu.

Pemilik Blog Jumat 27 Juni 2025 ~ 11.12 Reply

Wah serbabisa si bapak itu

mpokb Rabu 25 Juni 2025 ~ 21.36 Reply

Semoga kaki Bang Paman lekas pulih ya..
Salut dengan semangat untuk terus bergerak 🙏

Pemilik Blog Kamis 26 Juni 2025 ~ 18.22 Reply

Terima kasih Mbak Mpok. 👍🙏💐💯

Tinggalkan Balasan