
Sepeda motor ini setia. Ya, setia dengan tempatnya mangkal di pinggir suatu jalan pendek. Setahu saya dia tak pernah meninggalkan lokasi. Tampaknya ini motor hasil modifikasi. Merek yang tertoreh pada blok mesin adalah Beijing.

Entahlah ini motor tahun berapa. Mocin, atau motor Cina, marak awal 2000-an. Saya lupa mengingat lima merek secara acak. Mungkin Anda ingat? Kalau Kymco setahu saya produk Taiwan.

Kini makin sulit saya mengingat pitmontor listrik bikinan mana pun. Teknologi kendaraan elektrik menjadikan banyak produsen tanpa jejak otomotif membuat sepeda, motor, dan bahkan mobil berbasis baterai. Foto-foto kuburan mobil listrik, yang bukan bekas, menunjukkan bahwa itu produk massal.

Tentang pitmontor, itu sebutan lawas oleh wong Jawa. Artinya sepeda motor. Padahal montor berarti mobil. Sebutan motor, untuk meringkas sepeda motor, saya dengar waktu bocah dari orang Jakarta yang menjadi pekatik atau perawat kuda di sebuah istal di Salatiga, Jateng. Kemudian istilah motor lumrah, namun berbeda dari montor, dan akhirnya sama artinya.
Kemudian muncul peringkasan dalam bahasa Jawa yang membingungkan: kendaraan. Kalau orang bilang kendaraan, tanpa kata bermotor, berarti pitmontor maupun brompit, tidak mencakup mobil. Sampai sekarang. Kalau ada wong Jawa menyebut mobil sebagai montor akan disangka dia datang dari masa lampau, tersesatkan oleh kapsul waktu.

6 Comments
Saya hanya ingat merk Jialing dan Sanex. Motor yang banyak dijiplak waktu itu Honda Supra.
Tentang Jialing, seorang teman mengendarai motor dan jatuh ke arah kanan. Ajaibnya body sebelah kiri yang hancur, sebelah kanan aman. Apa mungkin getaran dari kanan menumbuk mengalir ke kiri?
Waduh.
Untuk parts kenapa mocin gak sekalian niru motor Jepang ya supaya kompatibel?
Saya pernah punya Kymco, dua! Satu metik, satunya lagi bebek. Saat beli yang metik, sekitar tahun 2000, seingat saya waktu itu belum ada metik Honda dll. sehingga Kymco metik saya selalu jadi pusat perhatian.
Karena diler tunggal Kymco di Solo beberapa tahun akhirnya tutup, saya kesulitan cari suku cadang, metik itu pun saya jual — dan laku sangat murah.
Kymco bebek, setelah istri saya bosan makai, dikirim ke omnya di Jakarta, sampai kemudian dapat kabar jadi bangkai karena sulit beli suku cadangnya….
Itu Kymco yang secara brand kuat. Untuk mocin lain yang gak jelas juga lebih dulu rontok karena masalah after sales.
Saya gak tau bagaimana dgn motor listrik apalagi mobil listrik. Bagaimana pun merek kuat dgn jaringan diler kuat menrntuk.
Eh tapi kapan itu heboh kelangkanan suku cadang Wuling Alves. Walah
Jadi ingat juga Kanzen dari Rini Soemarno Soewandi dkk.
Oh ya, Kanzen! Sekarang beliau gak pake Soewandi kan, ya?