Punjungan sebelum Lebaran

Apa pun hubungannya, silaturahmi tetap terjaga. Selalu ada hantaran.

▒ Lama baca < 1 menit

Punjungan atau hantaran Lebaran dari asisten rumah tangga — Blogombal.com

Siang tadi, sebelum jam makan, ketika saya sedang sibuk bekerja di carport, perempuan bekerudung itu datang, membuka pintu pagar. Meskipun sudah tahu apa yang sedang saya lakukan, dia masih bertanya dengan tertawa kecil, “Lagi ngapain, Pak?”

Saya menjawab sambil tertawa, dia pun makin tertawa. Lalu saya masih menanya, padahal sudah tahu, “Bawa apaan Mbak?” Dia menjawab, itu hantaran Lebaran. Dia tertawa lagi saat saya bilang, “Terima kasih. Tapi ini hari kan belon Lebaran?”

Lalu dia langsung ke dapur, memindahkan isi hantaran dari rantang, berupa kuah kupat sayur dan semur daging, ke dalam mangkuk. Rengginang masih dalam kantong plastik, kue masih dalam stoples plastik.

Setiap tahun perempuan Betawi Pondokgede yang tak dipanggil mpok itu mengajak sejumlah tetangganya menabung. Menjelang Lebaran uang itu untuk membeli seekor sapi, lalu disembelih, dagingnya dibagi.

Lalu apa percakapan kami saat dia datang?

Mbak L: “Lagi ngapain, Pak?”

Saya: “Ngepel. Gantiin Mbak. Hahaha…”

Dia adalah asisten paruh waktu kami yang kembali bekerja setelah saya sakit hampir setahun lalu. Dia kami hentikan saat Covid-19 memuncak dan di area kami sempat merah, lalu kebablasan prei hingga Mei 2024 saat saraf saya jadi korban virus. Selama tidak membantu kami, setiap Lebaran dia selalu memunjung.

Selamat Idulfitri untuk Mbak L dan keluarganya. Pun Anda semua.

2 Comments

devie Minggu 30 Maret 2025 ~ 21.22 Reply

Di tempatku namanya weweh, Paman. makin kesini makin kangen sama masa-masa dulu.

Pemilik Blog Senin 31 Maret 2025 ~ 12.51 Reply

Wèwèh, wèhwèhan, pawèhan, pemberian, ater-ater, sama. Punjungan sudah masuk bahasa Indonesia.

Selamat berlebaran. 🙏😇🌞💐

Tinggalkan Balasan