
Secara visual saya langsung merasakan artikel Adies Kadir ini berbeda. Pertama: dari sisi tata letak yang tampak berbeda dari tata visual baku Kompas. Garis kotak artikel bertemu garis vertikal pembatas kaveling konten. Tidak rapi.
Kedua: tipografi artikel ini berbeda dari standar Kompas. Ketiga: pemuatan wajah penulis berbeda dari langgam Kompas. Hanya kolumnis tetap untuk rubrik tertentu yang wajahnya dipasang, dari Bre Redana hingga Jean Couteau untuk Udar Rasa di Kompas Minggu, maupun Bvitri Susanti hingga Saras Dewi untuk Analisis dalam boks biru pada hari lain, dengan kesamaan gaya ilustrasi yang khas.

Lalu? Saya menduga artikel di Kompas Sabtu (22/3/2025) ini adalah iklan. Artikel sponsor, begitulah; dengan konten dari pembeli ruang, bukan dari redaksi. Jadi, jika benar, ini adalah konten dari bagian iklan.
Sekali lagi, jika benar, mestinya diberi tanda. Dulu banget, Kompas kerap memasang teks “IKL” di dekat garis boks. Kemudian menjadi asterisk namun lain waktu dengan penanda berbeda pada akhir paragraf penutup, misalnya “[INFO]” untuk meringkas inforial.
Bagi saya, koran sekelas Kompas mestinya menunjukkan pagar api, agar jelas bagi pembaca mana konten dari redaksi dan mana dari bagian iklan.
Untuk kasus ini, misalnya benar advertorial, memang unik karena bukan tentang produk dan jenama (termasuk lembaga pemerintah), melainkan opini ekonomi dari seorang politikus Golkar yang menjadi Wakil Ketua DPR. Umumnya politikus lebih suka beropini singkat di X, Instagram, dan YouTube. Misalnya pun politikus menulis artikel, itu dilakukan di blog pribadi. Tetapi kita tahu, blog adalah masa lalu karena kini publik lebih suka teks ringkas dan video.
Andai kata ini artikel biasa, nyatanya dalam web maupun aplikasi Kompas.id sejauh ini tidak saya temukan arsipnya.
- Iklan Ganjar di Kompas: Masa sih Kompas abai pagar api, membaurkan iklan dan konten redaksi? Ini bukan media milik juragan partai maupun bohir bacapres lho.
- Sebutlah iklan sebagai iklan: Media sekelas Kompas seolah tak peduli pagar api. Iklan disamarkan sebagai berita.
- Pagar api dan iklan terselubung: Hal yang tampaknya simpel ini ternyata pelik. Hari ini masih bikin gamang. Bagi pengiklan maupun media.
