↻ Lama baca < 1 menit ↬

Nikah seleb beda agama sering jadi masalah bagi publik. Kenapa?

Bapak-bapak muda, usia paling tua 44, semuanya pengurus baru RT, itu meriung di rumah Kamso. Acara: makan malam dengan sate ayam Madura, ngopi, ngeteh, ngemil ngobrol. Tema obrolan tanpa agenda.

Lalu sampailah ke topik nikah beda agama. “Oom Kam udah liat di Twitter hari ini kan?” tanya Diman Budiman.

Kamso segera paham, “Ya, siapa itu, baru tahu nama pasangan artis itu sekarang. Iya ada yang ngeramein soal agama mempelai.”

“Menurut Oom Kam, napa kalo ada seleb nikah beda agama, netizen pada komen, padahal bukan keluarga, diundang juga kagak?” Adi Sereal menyergah.

“Ya gitu deh. Namanya juga seleb, apapun yang jadi urusan mereka jadi urusan publik,” jawab Kamso.

“Itu jawaban normatif, Oom!” David Torpedo nyeletuk.

“Udahlah, soal agama ini peka. Bahkan jika menyangkut orang lain, misalnya nikah, padahal nggak merugikan maupun menguntungkan publik, tetep aja bisa rame.”

Semua tertawa. Fariz Gaib mengulangi kata kunci, “Nggak merugikan maupun menguntungkan! Huahahahaa!”

Tawa kembali meledak.

Anton DJ yang dikenal pendiam bertanya dengan tenang, “Menurut Oom, pernikahan dan perkawinan itu gimana sebaiknya?”

“Saya orang konservatif,” jawab Kamso.

“Maksudnya?” tiga mulut bereaksi serempak.

“Pernikahan itu kan pengesahan perkawinan, dengan atau tanpa pesta. Karena saya konservatif, maka yang penting beda kelamin. Menurut Pasal 1 UU Perkawinan, definisi perkawinan itu antara pria dan wanita. Untuk pasal lain, biarlah itu jadi kewenangan ahli agama dan ahli hukum, juga aktivis HAM, buat membahasnya. Cari aja proses sidang dan putusan Mahkamah Konstitusi.”

¬ Gambar praolah: Freepik

Berita dunia hiburan: Selingkuh, cerai, dan pindah agama