↻ Lama baca < 1 menit ↬

Sudah tahu anjingnya galak kok diganggu

Ketika melihat stiker peringatan ada anjing galak, dan tuan rumah menggoda anak-anak, “Makanya hati-hati, ada anjing galak. Tuh lihat tulisannya!”, saya pun tersenyum. Saya tahu rumah itu tak memiara anjing. Tak pernah.

Jika menyangkut anak, saya sampai sekarang masih heran kenapa ada saja anak yang mengganggu anjing padahal anjing di sebuah rumah diam saja. Bahkan terhadap anjing yang gemar menyalak, bukan menggonggong* dalam pengertian lama, pun anak-anak suka memprovokasi, termasuk dengan melemparkan sesuatu.

Dahulu di Yogyakarta pernah ada sekelompok anak mengganggu anjing di balik pagar sebuah rumah, dengan melempari. Anjing itu lepas, mengejar mereka, salah satu anak tergigit. Lalu seorang preman kampung datang membawa pedang, akan membunuh anjing itu.

Anak-anak pengganggu anjing mungkin menikmati adrenalin saat mereka berlari menjauh padahal anjing tak mengejar. Jika benar, berarti tak ada yang mengajari mereka jangan mengganggu binatang, tak hanya terhadap anjing tetapi juga angsa dan induk ayam yang sedang mendampingi anak-anaknya.

Dahulu saat saya kuliah, saya pernah menyangka anak-anak pengganggu anjing adalah pembenci anjing lahir batin. Ketika saya melewati area tempat tinggal mereka, di bagian barat sebuah kampung, yang padat dan agak kumuh, ternyata di sana banyak anjing berkeliaran.

Jika anjing menggonggong, dia tidak bisa menyalak, karena akan kerepotan.

*) Dalam pengertian lama, anjing menggonggong berarti menggigit sesuatu sambil berlari. Dulu bapak saya bilang begitu waktu saya masih SD. KBBI masih memasukkan makna itu selain makna baru sebagai padanan menyalak.

Anjing penjaga di gerbang rumah