↻ Lama baca < 1 menit ↬

Daun lompong yang menguning melayu, sebelumnya gagah perkakas lalu jadi gagah gemulai

Kebetulan saya sedang tidak bisa menyirami tanaman, namun dengan maupun tanpa perawatan semua dan setiap daun mengenal akhir dalam hidupnya. Diawali dengan menjadi layu…

Manusia juga. Setiap hari setiap orang bertambah tua. Secara bertahap ada yang berkurang dalam dirinya, sejak kekencangan kulit wajah hingga kebugaran. Orang lain yang melihat perubahan itu. Sementara pemilik raga kurang, atau enggan, menyadari. Lalu pada titik tertentu menyadari. Dirinya mulai melayu, tak lagi kencang saat mlayu. Maka buatlah selfie selama rahasia setiap hari tanpa niat menjadikannya NFT. Jika usia Anda sekarang 30, periksalah nanti pada usia 40.

Mendapati daun lompong iki menguning layu, saya pun becermin. Saya juga mulai melayu, sudah lama melayu, apalagi saya bukan anggota Orkes Melayu Banter Banget, tetapi yang penting saya masih mendayu, artinya ada sisi melankolis dalam diri saya, masih ada emosi.

Kini saya melayu, tak lagi melaju, yang penting dahulu pernah melambai. Eh, beda ya artinya? Itu semacam gagah gemulai, bukan gagah perkakas? Embuh. Sakkarepmu.