Ada saja telemarketer yang kreatif. Misalnya mengirim pantun pagi hari via WhatsApp seperti dalam contoh. Saya bilang “cakepppp…”? Nggak. Saya sahut dengan pantun juga? Nggak. Langsung saya saya laporkan dan blok. Memang dia belum menawarkan sesuatu tetapi modus ini sudah saya kenali.
Tadi malam malah ada cewek menelpon via WhatsApp, “Oom, besok bisa ketemuan nggak? Aku ditugasi buat kasih informasi soal trading.”
Walah trading. Pokoknya yang berangka-jangka, termasuk jangka berpensil untuk anak sekolah, saya ogah. Maka nomor dia langsung saya blok.
Ada lagi telemarketer dengan bio akun tentang perasaan. Lha perasaan siapa yang dijaga, penelepon atau yang ditelepon?
Yang paling meragukan adalah tawaran menyekolahkan BPKB mobil atau sepeda motor. Lha kapan lulusnya? Jangan-jangan di tengah masa studi malah drop out. Naik kelas belum, malah sudah didepak. BKPB melayang, kendaraan minta diajak pula.
2 Comments
Yang nawarin menyekolahkan BPKB mobil/motor, sudah lama banget saya enggak dapat di ponsel. 😁 Kiriman pantun, belum pernah dapat.
Njenengan perlu bikin sekolah BPKB 😅