↻ Lama baca < 1 menit ↬

OnlyFans dan disrupsi industri hiburan dewasa atau pornografi

DISRUPSI | Hiburan dewasa, istilah sopan untuk pornografi, mengalami perubahan besar setelah internet, bandwidth kencang, dan pemilikan gawai personal menjadi hal wajar. Platform pengaliran video diimbangi platform pembuatan konten, kalau untuk foto lebih dini muncul. Era foto kiriman pembaca disertai model release untuk majalah dewasa memang abad lalu banget.

Bentang alam bisnis sudah berubah. Siapapun bisa menjadi produser, sekaligus penampil, kameraman, editor, dan pemasok konten, juga kasir, dalam platform bisnis yang jelas komisi dan biayanya, namun dalam keanggotaan global soal pajak bagi pekerja mandiri ya tergantung aturan setiap negeri.

Tak hanya hiburan dewasa, karena sektor layanan seks komersial pun secara asumtif bisa dibilang memungkinkan tanpa germo, jenis pekerjaan yang bisa dijerat pidana perdagangan orang dan perbudakan.

Dalam kasus Siskaeee, kreator konten untuk OnlyFans yang sedang diadili, jerat yang diterapkan adalah UU Pornografi dan UU ITE. Untuk Dea hingga malam ini belum jelas. Sepanjang masih menjadi si alias, untuk sementara para pemain aman sampai kemudian polisi siber bergerak.

Oh, Siskaeee

Bumil jualan layanan anu