• Lama baca: 2 menit →

Burung cabak atau savannah nightjar alias  Caprimulgus affinis

Setiap senja usai dia memutari kompleks dengan suara “cieeeetttt!”. Sampai malam si cabak masih berkeliling, dari blok ke blok, dari RW ke RW, dan mungkin yang saya lihat di luar kompleks saat jalan malam juga dia. Saya hanya melihat siluet dia. Tak pernah dia terbang dengan temannya. Mungkin dia soliter.

Saya belum pernah lihat dia hinggap di bubungan rumah. Dia selalu terbang. Dengan suara cieeeetttt.

Ukuran tubuhnya lebih kecil dari merpati. Mulanya saya mengira itulah manuk bencé. Tapi saya cari di Google ternyata bukan dia.

Burung cabak atau savannah nightjar alias  Caprimulgus affinis

Sudah hampir empat bulan saya tak mendengar suara cieeeetttt mengiris malam sepi. Tengah malam saya terbiasa mendengar suaranya dari kamar: mendekat ke atas rumah lalu menjauh.

Karena penasaran saya menanya Rudyanto, alias Mbilung, pemilik blog Ndobos. Dia biolog, paham banget ornitologi, pernah bekerja di BirdLife International, berkantor di Jepang. Saya menyebutkan ciri suara dan kebiasaan si manuk tanpa gambar. Karena informasi saya yang saya berikan minim, dia menduga itu burung cabak atau savannah nightjar (Caprimulgus affinis).

Tampaknya memang cabak. Beberapa tetangga juga ada yang memperhatikan suara dia, dengan bumbu catatan sama: konon merupakan pertanda kematian.

Burung cabak atau savannah nightjar alias  Caprimulgus affinis

Anehnya justru ketika angka Covid-19 bertambah beberapa bulan lalu, disertai kabar duka harian meninggalnya orang-orang yang saya kenal, atau anggota keluarga dari orang-orang yang saya kenal, karena telah dijemput korona ke alam baka, si cabak tak melanglang.

Entah ke mana dia siapa pun nama dirinya dan spesiesnya. Kelak ketika dia kembali semoga merupakan berita baik bahwa pagebluk telah menjadi hawar, pandemi telah menjadi endemi.

¬ Foto: ebird.org

Pemilik BlogUmumburung,burung cabak,Caprimulgus affinis,Covid-19,hawar,lingkungan,ornitologi,pagebluk,pandelepan,savannah nightjar,virus koronaSetiap senja usai dia memutari kompleks dengan suara 'cieeeetttt!'. Sampai malam si cabak masih berkeliling, dari blok ke blok, dari RW ke RW, dan mungkin yang saya lihat di luar kompleks saat jalan malam juga dia. Saya hanya melihat siluet dia. Tak pernah dia terbang dengan temannya. Mungkin dia...Suatu atau sebuah blog?