• Lama baca: < 1 menit →

Konten video legends Ahmad Dhani diangkut ke media berita hiburan

Bengkoang uring-uringan. Kepada pamannya dia tanya, “Coba liat ini. Soal koleksi kaset Ahmad Dhani bikin Ello takjub di kanal YouTube kok dipindahkan ke situs berita hiburan yang bukan punya Dhani. Napa ya, Oom?”

“Lha ya jangan tanya aku. Tanya ke penerbit situs dong,” sahut Kamso.

Bengkoang kuciwa. Lantas dia bilang, banyak media daring kurang kreatif. Ambil konten seleb di Instagram dan YouTube buat berita tanpa memberi konteks.

“Padahal followers mereka kan udah liat ya, Oom? Kenapa mesti diulang? Emang yang disebut jurnalistik eh jurnalisme kayak gitu?”

“Lho bisa saja yang bukan followers belum tahu, justru jadi tahu setelah baca berita. Kalo trafiknya bagus berarti banyak yang baca kan, Beng? Atau mungkin ada kerja sama konten? Lagian video Dhani yang itu emang keren.”

“Maksud Oom Kamso, cara itu lebih murah dan gampang ketimbang media bikin wawancara khusus dengan foto-foto keren plus pustaka kaset, CD sama vinyl Dhani tapi nggak ada yang baca. Gitu kan?”

“Lho aku ndak bilang gitu, Lé!”

¬ Foto Ahmad Dhani: Instagram @ahmaddhaniofficial

Pemilik BlogKamso & Kamsiahmad dhani,berita,hiburan,instagram,jurnalisme,jurnalistik,Kamso,latah,media,media sosial,pers,YouTubeBengkoang uring-uringan. Kepada pamannya dia tanya, 'Coba liat ini. Soal koleksi kaset Ahmad Dhani bikin Ello takjub di kanal YouTube kok dipindahkan ke situs berita hiburan yang bukan punya Dhani. Napa ya, Oom?' 'Lha ya jangan tanya aku. Tanya ke penerbit situs dong,' sahut Kamso. Bengkoang kuciwa. Lantas dia bilang, banyak...Suatu atau sebuah blog?