• Lama baca: < 1 menit →

Contoh teror dari debt collector fintech

Modus debt collector (DC) memang begitu: meneror siapa pun yang dianggap punya hubungan dengan si debitur. Mungkin karena aplikasi fintech atau pinjaman online (pinjol) diizinkan membaca daftar kontak.

Sebelum era aplikasi ponsel, DC dari lembaga keuangan, terutama penerbit kartu kredit, mengganggu anggota keluarga dan bahkan sejawat si kreditur supaya semua orang terganggu lalu menekan si pengutang.

Ibu saya, beberapa tahun lalu saat berusia 85 tahun, pernah dapat SMS seperti yang saya dapat. Pemilik katering rumahan yang berutang, ibu saya yang diguncang.

Saya tak bicara soal OJK dan fintech ilegal. Saya membayangkan bagaimana selain ngeblok nomor juga ada cara memperkarakan si DC.

Contoh teror dari debt collector fintech

Maksud saya, kalau hanya perusahaan fintech semprul yang kita persoalkan, DC bisa berlindung sebagai orang suruhan yang melempar tanggung jawab ke klien. Maju tak gentar membela yang bayar.

Biarlah urusan utang menjadi wilayah kreditur dan debitur. Eh tapi ngapain saya cari masalah, ya? Cukup ngeblok di WA dan Truecaller bisa selesai, lalu ngeblog.

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/06/wp-1623606298391-700x856.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/06/wp-1623606298391-150x150.jpgPemilik BlogMemoaplikasi ponsel,debt collector,fintech,kartu kredit,kredit,OJK,pinjol,tekfin,utangModus debt collector (DC) memang begitu: meneror siapa pun yang dianggap punya hubungan dengan si debitur. Mungkin karena aplikasi fintech atau pinjaman online (pinjol) diizinkan membaca daftar kontak. Sebelum era aplikasi ponsel, DC dari lembaga keuangan, terutama penerbit kartu kredit, mengganggu anggota keluarga dan bahkan sejawat si kreditur supaya semua...Suatu atau sebuah blog?