

Tindakan dilakukan di Instagram, pelaku minta maaf di koran cetak. Saya tak tahu lebih banyak mana pembacanya kalau ada yang membantu menyiarkan di media sosial. Tapi sangat mungkin itulah kesepakatannya untuk mengakhiri masalah.
Membaca Kompas hari ini ada tiga iklan yang berdekatan tapi menarik. Selain permintaan maaf disertai penyesalan dan janji ada juga permohonan maaf sekaligus pengakuan bersalah karena telah memalsukan merek alas kaki. Jenis iklan macan ini sudah beberapa kali muncul.

Selain itu ada pula iklan dari Kompas, sebagai pengisi kaveling, berisi ajakan membaca. Lho sudah baca korannya kok dianjurkan membaca.


4 Comments
Saya sudah tidak berlangganan surat kabar cetak, tetapi masih berlangganan yang versi digital. Iklan lelayu maupun minta maaf belum saya temukan di versi digital, tetapi iklan baris properti dan otomotif masih ada. Berita acara TV, kartun Panji Koming dan TTS masih ada di versi digital.
Di e-paper Kompas masih ada iklan lelayu maupun minta maafnya kalau pas kebetulan ada. Kalaupun ada, belum tentu saya lihat.
Sekarang Kompas punya TTS digital, lebih sulit, dan gak ramah pengguna
menarik.. padahal yang membaca Instagram belum tentu membaca koran, begitu juga pembaca koran mengikuti Instagram.. mungkin dengan menayangkan permintaan maaf di koran, si pelaku diberi efek jera, dengan merogoh biaya iklan yang tak murah.. kalo cuma minta maaf dan klarifikasi di Instagram maah, bisa kapok lombok..
Ya bayar buzzer buat amplifikasi. Jadi mahal 🤣