• Lama baca: 2 menit →

Kembang dan daun artifisial lebih murah. Seperti pohon Natal plastik. Lalu adakah gaya Natal khas Indonesia karena serba-Barat?

Seorang bapak yang sudah bapuck (baca dengan lidah lokal: bapuk) cuek saja memasang hiasan Natal berupa bunga dan daun plastik. Murah, awet, tahan air. Tapi dia tak memasang pohon Natal yang juga dari plastik.

Kembang dan daun artifisial lebih murah. Seperti pohon Natal plastik. Lalu adakah gaya Natal khas Indonesia karena serba-Barat?

Dulu dia masih telaten mencari ranting kering di kebun orang lalu ditambahi pernik warna emas, perak, dan merah, dari pita dan kertas, dan jadilah hiasan gantung. Juga dulu dia masih bisa bikin origami.

Kembang dan daun artifisial lebih murah. Seperti pohon Natal plastik. Lalu adakah gaya Natal khas Indonesia karena serba-Barat?

Kini kastuba bin poinsettia plastik menjadi pilihan untuk aksen. Begitu pun monstera plastik. Serba murah. Inilah berkah made in China. Selebihnya adalah pita siap pasang. Tak ada DIY.

Kembang dan daun artifisial lebih murah. Seperti pohon Natal plastik. Lalu adakah gaya Natal khas Indonesia karena serba-Barat?

Hal lain yang murah dan menyenangkan adalah selotip dua sisi. Kini ada jenis yang mudah dilepas, kuat, tak membuat cacat tembok.

Lalu adakah dekorasi Natal khas Indonesia, katakanlah Natal Nusantara? Oh, Indonesia adalah gado-gado. Eklektis. Nama Indonesia juga dari Barat. Wajah lokal masih ada sih: di setiap sosok penghuni rumah pemasang hiasan ini.

Kembang dan daun artifisial lebih murah. Seperti pohon Natal plastik. Lalu adakah gaya Natal khas Indonesia karena serba-Barat?

Pemilik BlogUmumartifisial,belanja daring,belanja online,dekorasi,desain,janda bolong,monstera,natal,nusantara,poinsettiaSeorang bapak yang sudah bapuck (baca dengan lidah lokal: bapuk) cuek saja memasang hiasan Natal berupa bunga dan daun plastik. Murah, awet, tahan air. Tapi dia tak memasang pohon Natal yang juga dari plastik. Dulu dia masih telaten mencari ranting kering di kebun orang lalu ditambahi pernik warna emas, perak,...Suatu atau sebuah blog?