• Lama baca: 2 menit →

Bunga alamanda gugur karena hujan dan angin

Tiga hari ini cuaca nyaman. Siang sekitar 26° C, kalau malam di bawah itu, kelembapan mendingan, jadi tidak terlalu gerah. Maklumlah hujan, lalu mendung, panas sebenar.

Bunga alamanda gugur karena hujan dan angin

Tanaman juga senang kalau diguyur hujan. Tapi kalau hujan deras dengan angin kencang yang membikin tempias, bunga alamanda tak tahan. Baru mekar sebentar si trompet kuning itu lalu rontok.

Tanaman hias di pagar sebagai tabir pandangan pengganti polikarbonat

Kalau mau awet ya pasang saja kembang plastik yang tahan cuaca. Tapi kenikmatan bunga alami justru kesementaraan itu kan? Keindahan hanya secukupnya, seperlunya. Mata manusia dibiasakan dengan kerinduan dan penantian kapan bunga bermekaran lagi.

Tanaman hias di pagar sebagai tabir pandangan pengganti polikarbonat

Pemilik BlogMemoalamanda,berkebun,bunga,cinta,Covid-19,kembang,pandemi,tanaman hias,virus koronaTiga hari ini cuaca nyaman. Siang sekitar 26° C, kalau malam di bawah itu, kelembapan mendingan, jadi tidak terlalu gerah. Maklumlah hujan, lalu mendung, panas sebenar. Tanaman juga senang kalau diguyur hujan. Tapi kalau hujan deras dengan angin kencang yang membikin tempias, bunga alamanda tak tahan. Baru mekar sebentar si...Suatu atau sebuah blog?