• Lama baca: < 1 menit →

Begitu cepat kiriman garlic bread tiba, ada yang original, ada yang mentaiko. Sama lekasnya dengan aneka minuman dan camilan bernama aneh. Khas selera milenial.

“Kalian nggak sayang ongkir? Bisa lebih dari Rp35 ribu?” tanya Kamsi kepada kedua putrinya.

“Kalo dikirim biasa udah rusak sampai di tempat. Yang pake aluminium foil udah lumer,” sahut Litty.

“Kalo kita berangkat sendiri harus dandan sekadarnya, bayar tol dua kali Rp15.000, bisa lebih kalo bablas tol dalkot, PP Rp 60.000 lebih. Apalagi kalo naik taksi,” timpal Witty.

“Kalo mahal di ongkir atau tol ya jangan pesen, jangan pergi. Sayang duit, mending ditabung. Bapak juga mikir gitu,” Kamsi memotong, lalu menengok suaminya.

“Yah, anak milenial kadang nggak rasional buat nyicipin pengalaman. Buat pamer di IG,” kata Kamso.

“Generasi kita sih nggak ya?” sahut Kamsi, melirik suami.

“Belum tentu. Teman kuliah Bapak kemarin bilang, waktu dulu kerja di Pulogadung pernah maksain diri antre burger di McD Sarinah saat buka pertama kali. Sebagai orang Kutoarjo dia pengin tahu burger. Sekarang sih sebagai pengusaha dia bisa nyoba apa aja asal halal.”

“Kesiannnnn…” sahut kedua anak serempak.

Kamso menyahut, “Pak Kutoarjo sekarang mungkin juga akan bilang kesian kalo liat kalian.”

¬ Sumber gambar: Unsplash.com dan Gojek.com

Pemilik BlogKamso & Kamsibelanja daring,belanja online,gaya hidup,GoFood,jajan,Kamso,mengudap,milenial,paxel,snobismeBegitu cepat kiriman garlic bread tiba, ada yang original, ada yang mentaiko. Sama lekasnya dengan aneka minuman dan camilan bernama aneh. Khas selera milenial. 'Kalian nggak sayang ongkir? Bisa lebih dari Rp35 ribu?' tanya Kamsi kepada kedua putrinya. 'Kalo dikirim biasa udah rusak sampai di tempat. Yang pake aluminium foil udah...Suatu atau sebuah blog?