↻ Lama baca < 1 menit ↬

Dari kertas pembungkus barang kerajinan di gudang saya temukan koran Warta Kota 2001. Ada iklan Toko Golo di Pasar Baru, Jakpus. Dulu belum ada lapak daring, dan seingat saya Daiso satu harga belum ada – apalagi Miniso. Golo sudah hadir saat krisis moneter – atau setidaknya pada awal reformasi.

Barang di Golo itu murmer, sebagian unik, dari penjepit berbahan kayu sampai tas untuk setelan jas. Saya ingat pemiliknya keturunan India, anak dan ibunya di meja kasir berbahasa Inggris. Kalau pembeli juga berbahasa Inggris akan dapat layanan lebih bagus. Maksud saya, untuk pembeli umum sudah bagus, lalu ada tambahan lebih untuk yang kuminggris. Saya pernah mencoba, dengan bahasa Inggris pasar berlogat Jawa: “Is that the best price you can give me?

Toko itu ternyata masih ada.