• Lama baca: 2 menit →

Ketika bayi, Asih tak pernah rewel, tak pernah merepotkan orang tua, bisa bermain sendiri. Saat berumur tiga tahun, gadis kecil itu piawai menangkap ikan, dari kutuk (gabus) sampai lele, dengan cara gogoh, memasukkan tangan ke liang atau lumpur.

Ketika berumur 16 Asih menikah. Tiga bulan kemudian dia hamil. Dia sehat dan kuat. Sehari setelah melahirkan, dia sudah memanjat batang pohon kelapa untuk memetik kerambil.

Asih yang berkulit gelap itu memang perkasa. Suatu malam, saat sendirian di rumah, dia memergoki seorang pencuri sapi menuntun perolehan, keluar dari kandang tetangga. Asih segera melompat keluar, meringkus si maling, mengikatnya di gardu jaga, lalu memukul kentongan. Setelah itu dia pulang, tanpa menunggu orang berdatangan.

Asih bisa begitu karena dia blasteran manusia dan genderuwo. Aneh juga, makhluk halus bisa membuahi Sutrimah, ibunya Asih. Peristiwa terjadi saat ayah Asih tak pulang, karena menginap di rumah pamannya, tetapi Sutrimah di rumah menyambut kedatangan suaminya yang malam itu bergairah dalam saresmi (bercinta), “tenagané bojoné béda karo padatan, rosa tur maremaké” *.

Lelaki yang dia yakini suami itu ternyata genderuwo penunggu pohon kepuh (Sterculia foetida) dekat kuburan. Sore sebelumnya Sutrimah memetik gori (nangka muda) di kebun itu.

Kalau genderuwo bisa membuahi manusia berarti juga bisa berkembang biak di kalangan mereka sendiri, sehingga jumlah mereka bertambah – atau setidaknya tetap karena menerapkan zero population growth.

Cerita dalam rubrik Alaming Lelembut majalah Panjebar Semangat memang aneh-aneh. Termasuk yang di edisi 25 April 2020. Kabarnya ini termasuk rubrik populer, disukai pembaca sejak dulu.

Meskipun begitu isinya tak selalu menyeramkan. Ukuran menyeramkan adalah bisa bikin susah tidur, atau ketika membaca tak mau melanjutkan karena ngeri.

Dulu saat saya kecil hingga remaja, cerita horor yang menakutkan itu dari RRI Semarang. Bikin takut. Mungkin karena merupakan theater of mind. Hanya dengan suara sudah menggiring imajinasi.

*) Tenaga suaminya melebihi biasanya, kuat dan memuaskan

Pemilik BlogLihat Baca Dengarhantu,horor,jin,lelembut,majalah,media cetak,Panjebar Semangat,radio,RRI,setanKetika bayi, Asih tak pernah rewel, tak pernah merepotkan orang tua, bisa bermain sendiri. Saat berumur tiga tahun, gadis kecil itu piawai menangkap ikan, dari kutuk (gabus) sampai lele, dengan cara gogoh, memasukkan tangan ke liang atau lumpur. Ketika berumur 16 Asih menikah. Tiga bulan kemudian dia hamil. Dia sehat...Suatu atau sebuah blog?