• Lama baca: 3 menit →

Majalah Mutiara Biru dari taksi Blue Bird

Media cetak gratis masih bertahan. Dalam kabin kapal terbang (oh, jadul sekali istilah ini) selalu ada in-flight magazine. Dalam taksi Blue Bird juga selalu ada majalah perusahaan.

Majalah Mutiara Biru dari taksi Blue Bird

Rezeki pemain konten

Saya tak tahu sekarang majalah Mutiara Biru sudah tahun keberapa. Rasanya sih sudah sepuluh tahunan – atau malah lebih.

Bertahannya majalah gratis juga kabar baik bagi para pemain konten cetak, termasuk penulis naskah dan desainer grafis yang terlibat langsung.

Untuk foto, kadang fotografer tak terlibat langsung kecuali ada assignment, karena pengelola konten bisa membeli dari bank foto. Foto sampul Mutiara Biru edisi Januari 2020 membeli dari Shutterstok: gambar aerial sawah di Ubud, Bali.

Barang tertinggal dalam taksi

Satu hal yang menarik dari majalah Blue Bird adalah rubrik Lost & Found. Daftar isi berdasarkan laporan sopir atas temuannya.

Barang tertinggal dalam Majalah Mutiara Biru dari taksi Blue Bird

Barang terakhir dalam daftar temuan, mungkin ke-40 sekian, adalah The Seven Husbands of Evelyn Hugo, novel karya Taylor Jenkins Reid. Saya tak tahu ceritanya karena belum pernah membacanya. Maka judul posting ini hanya ngawur dan ngasal.

Barang tertinggal dalam Majalah Mutiara Biru dari taksi Blue Bird

Banyak ragam barang tertinggal. Ponsel termasuk banyak dan sering. Dalam daftar ada “sebuah tas berisi laptop”, bukan “laptop dalam tas”, sehingga bisa saja menerbitkan harapan bagi orang lain barang siapa (ah, istilah jadul lagi) menemukan tas itu harap mengembalikan kepada pemilik. Isinya terserah.

Ada pula tas Go-clean berisi alat kerja dan seragam. Oh kasihan si pemilik, kehilangan order dan alat kerja.

Barang tertinggal dalam Majalah Mutiara Biru dari taksi Blue Bird

Data yang bakal menarik

Blue Bird punya segudang data tentang barang tertinggal. Bisa menjadi laporan publik barang apa paling sering ditemukan, pagi atau malam, dengan jarak tempuh berapa kilometer dan seterusnya.

Saya pernah kehilangan barang dalam Blue Bird. Yang sekali saya laporkan. Yang lain tidak. Yang saya laporkan adalah ponsel. Yang tidak saya laporkan antara lain kamera saku. Mungkin ditemukan oleh penumpang berikutnya, sementara sopir tak tahu ada barang tertinggal di jok belakang.

Ada juga barang yang tertinggal tanpa saya sadari, lalu sopir Blue Bird mengantarkannya kepada saya, sekian tahun silam. Sebuah payung. Terima kasih.

Pemilik BlogLihat Baca Dengarblue bird,desain grafis,majalah,media cetak,taksiMedia cetak gratis masih bertahan. Dalam kabin kapal terbang (oh, jadul sekali istilah ini) selalu ada in-flight magazine. Dalam taksi Blue Bird juga selalu ada majalah perusahaan. Rezeki pemain konten Saya tak tahu sekarang majalah Mutiara Biru sudah tahun keberapa. Rasanya sih sudah sepuluh tahunan - atau malah lebih. Bertahannya majalah gratis...Suatu atau sebuah blog?