• Lama baca: < 1 menit →

Saya belum pernah memanfaatkan tapi menganggap ide persewaan power bank itu bagus. Tak semua orang mau membawa power bank dan charger apalagi kalau tanpa tas.

Pemilikan ponsel* dan juga tablet apalagi laptop itu merepotkan dalam soal catu daya. Itu konsekuensi. Tapi kita ogah konsekuensi berupa kerepotan membawa barang kecil melebihi kapasitas saku baju, celana, dan jaket.

Revolusi gawai meninggalkan revolusi baterai. Belum ada baterai kancing yang powerful setara baterai ponsel setahu saya.

*) Sekitar 1996-1997 di Stasiun Gambir, Jakarta, ada persewaan ponsel tanpa kios. Maklum pemilikan ponsel belum meluas, namun telepon umum tidak memuaskan – juga dalam kebersihan. Persewaan ponsel itu macam itu dulu dilakukan perempuan desa Bangladesh, dengan kredit Grameen.

Pemilik BlogMemocoworker,ponsel,power bank,Sinergi,yogyakartaSaya belum pernah memanfaatkan tapi menganggap ide persewaan power bank itu bagus. Tak semua orang mau membawa power bank dan charger apalagi kalau tanpa tas. Pemilikan ponsel* dan juga tablet apalagi laptop itu merepotkan dalam soal catu daya. Itu konsekuensi. Tapi kita ogah konsekuensi berupa kerepotan membawa barang kecil melebihi...Suatu atau sebuah blog?