• Lama baca: < 1 menit →

Prinsip pertama: mobil harus mengalah, karena alasan naik sepeda motor (termasuk memboceng ojek) adalah supaya lebih cepat dari mobil.

Prinsip kedua: sebisa mungkin jangan turunkan kaki, kecuali sudah sampai tujuan. Menurunkan kaki, atau menjalankan motor selamban orang berjalan biasa, itu bikin capai.

Maka di jalan sempit pun motor harus selalu mencari celah. Abaikan mobil dari depan kecuali dia kencang. Ambil lajur dia. Kalau sudah tak ada jalan pasti mobil itu berhenti. Lalu mobil di lajur kita, yang barusan kita salip, pasti akan terpaksa memberi ruang. Jika tidak akan macet total.

Sebetulnya naik sepeda juga berpantang turun kaki, tapi tidak bisa bergerak mendadak karena bukan mesin. Maka paling sial kalau akan menuntun sepeda pun tak ada ruang. Harus jadi Flintstones yang menapakkan kaki ke aspal sambil memajukan sepeda.

Apakah prinsip tadi sesuai sopan santun dan aturan lalu lintas?

Tergantung kita sedang naik motor atau mobil. Kita kan bangsa yang penuh toleransi dan tepa salira.

Pemilik BlogMemoadab,disiplin,go-jek,jakarta pusat,kebon kacang,lalu lintas,ojek,sepeda motorPrinsip pertama: mobil harus mengalah, karena alasan naik sepeda motor (termasuk memboceng ojek) adalah supaya lebih cepat dari mobil. Prinsip kedua: sebisa mungkin jangan turunkan kaki, kecuali sudah sampai tujuan. Menurunkan kaki, atau menjalankan motor selamban orang berjalan biasa, itu bikin capai. Maka di jalan sempit pun motor harus selalu mencari...Suatu atau sebuah blog?