• Lama baca: 2 menit →

Duta Suara (DS) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, masih bertahan dari jepitan Spotify, iTunes, dan lainnya. Memang sih, rekaman yang ada versi fisiknya (edisi biasa) belum tentu ada di layanan streaming.

Saya sejauh ini nyaman dengan streaming, karena lebih murah, lagi pula waktu untuk mendengarkan musik kian terbatas. Tak beli CD berarti menghemat ambalan rak. Apalagi saya bukan audiophile.

Entah siapa, dari usia berapa, yang beli CD impor seharga Rp300. 000 ke atas. Kalau peminat vinyl memang tumbuh tapi berapa banyak yang mau bayar Rp600.000 ke atas, dan di DS harus cash pula?

DS tak sendirian. Musikplus di Sarinah juga masih buka. Lapak kaki lima di dekat DS, yang menjual CD bajakan dan CD berisi MP3, juga masih bertahan.

Pemilik BlogMemocd,kaset,musik,piringan hitamDuta Suara (DS) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, masih bertahan dari jepitan Spotify, iTunes, dan lainnya. Memang sih, rekaman yang ada versi fisiknya (edisi biasa) belum tentu ada di layanan streaming. Saya sejauh ini nyaman dengan streaming, karena lebih murah, lagi pula waktu untuk mendengarkan musik kian terbatas. Tak beli...Suatu atau sebuah blog?