Mengenang radio classic rock Jakarta

Dari Monalisa, oleh Prambors jadi M97, lalu jadi radio dangdut.

▒ Lama baca < 1 menit

Mengenang radio classic rock M97 FM Jakarta

Ketika membersihkan gudang saya menemukan kotak kayu ini. Saya lupa ini dulu wadah apa dan mengapa saya sampai menerimanya.

M97FM sempat berjaya, dalam arti punya pendengar setia, tapi kepayahan dalam pendapatan. Stasiun ini dulunya bernama Monalisa, lalu Masima Prambors mengelolanya, menjadi radio Male 97 FM.

Setelah kontrak selesai karena merugi, pada awal 2000-an Monalisa dibeli oleh Harry Tanoe menjadi Radio Dangdut TPI. Sekarang stasiun itu menjadi Radio Dangdut Indonesia.

Begitu percaya diri si M97FM itu sehingga suatu pagi menjelang siang stasiun itu memutar lagu yang tak ramah radio, misalnya dari National Health. Suatu malam, selepas senja, radio itu memutar “Trilogy” dari ELP (album Trilogy). Nekat juga.

Untuk classic rock, Jakarta sekarang punya Most Radio milik Mahaka. Radio ini lebih ramah telinga bagi banyak orang – seperti rak toko CD zaman terlewat: pop/rock – karena tak memaksakan progressive rock yang belum tentu cocok untuk semua kuping.

2 Comments

bun janis Rabu 25 Februari 2026 ~ 06.53 Reply

Alhamdulillah,menemani masa transisi… Kangen juga sm om. Biepie, ipep, cica tobing, boros simanjuntak

Pemilik Blog Rabu 25 Februari 2026 ~ 09.45 Reply

Hola! Too old to rock n’ roll but too young to die 🫣😁

Tinggalkan Balasan