
Perlintasan zebra di Jalan Otto Iskandar Di Nata, di area Patung Kujang, itu mentok tebing trotoar. Tinggi trotoarnya? Tak saya hitung, tapi saya pun kerepotan untuk menaikkan kaki. Silakan amati foto dan membandingkan tinggi trotoar dengan tinggi orang terutama bagian kaki.
Kalau di bagian atas ketinggiannya berkurang, tetap saja mengabaikan ukuran kaki manusia dewasa secara rata-rata. Saya belum mencari tahu adakah warga Bogor yang memprotesnya. Padahal wali kota baru lebih maju daripada yang dulu, kan? Yeah, tapi dia juga mewarisi timbunan masalah yang ruwet.
Masalah ada pada birokrat kota yang menempatkan perlintasan zebra. Mungkin mereka kira yang akan memanfaatkan adalah zebra betulan.

