• Lama baca: 2 menit →

Suatu pagi seorang ibu bersama putrinya bingung karena petunjuk pada boarding pass menyebut “Mataram”, tetapi yang ada monitor informasi penerbangan adalah “Ampenan”. “Kota mana itu, Pak?” tanyanya kepada saya. Sekarang bandaranya malah dipindah ke Praya, Lombok Tengah.

Memang bisa membingungkan. Nama kota, nama lokasi bandara, apalagi kode bandara, bisa menjadi hal yang berlainan. Untuk tujuan utama, yakni Ibu Kota, nama “Cengkareng” dengan kode CGK sudah menjadi pengetahuan umum bahwa itu Bandara Internasional Soekarno Hatta yang boleh dianggap berada di Jakarta, bukan Banten.

Tentang Ampenan, ketika 25 tahun lalu saya pertama kali ke Lombok, saya bingung membedakan batas Ampenan-Mataram-Cakranegara. Lalu waktu itu saya membatin, ini serupa mengenali cakupan wilayah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Lebih merepotkan lagi (bagi yang sok repot) adalah membedakan cakupan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat,  Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Dulu di sebuah koran kota, pada saat tenggat selalu ada editor yang berteriak memanggil repoter: “Hoooiii Senayan ikut Pusat atau Selatan? Mangga Dua yang ini ikut Utara atau Pusat? Daerah Kota yang ini ikut Barat atau Pusat?”

Saya malah pernah berkantor di pinggir batas Jakarta Pusat, berbatasan dengan Jakarta Barat dan Selatan — semuanya dalam jangkauan jalan kaki tanpa penat. Anehnya yang lebh peduli soal begituan justru orang asing. Maklum orang jauh. :D

Pemilik BlogUmumSuatu pagi seorang ibu bersama putrinya bingung karena petunjuk pada boarding pass menyebut 'Mataram', tetapi yang ada monitor informasi penerbangan adalah 'Ampenan'. 'Kota mana itu, Pak?' tanyanya kepada saya. Sekarang bandaranya malah dipindah ke Praya, Lombok Tengah. Memang bisa membingungkan. Nama kota, nama lokasi bandara, apalagi kode bandara, bisa menjadi...Suatu atau sebuah blog?