↻ Lama baca < 1 menit ↬

Pada sebuah balkon rumah di Jakarta Selatan, dari kejauhan tampaklah punggung bertato dari seorang perempuan yang tak lagi muda. Kamera saku saya merekamnya dengan zoom in semampunya. Sebagai seni, rajah tubuh sudah ada sejak dulu. Tapi sebagai bagian dari pernyataan diri  perempuan urban Indonesia (fashion, begitulah) rasanya baru belasan tahun belakangan. Coba Anda cari perempuan 55 ke atas, di perkotaan Indonesia, yang bertato dan dipertunjukkan. Lebih mudah mendapatkan lelaki 60 tahun beranting-anting atau bergiwang.